Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon, memberikan pernyataan menohok kepada PDIP alias Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
Adapun hal itu terkait ketidaksetujuannya dengan keinginan Megawati Soekarnoputri agar kader PDIP mendirikan patung Soekarno di semua daerah.
Itu karena menurut Fadli Zon, sosok proklamator bukan hanya Soekarno saja sehingga ia meminta PDIP untuk tak membelokkan sejarah.
Terlebih usai salah satu politisi PDIP, yakni Hendrawan Supratikno, mengungkapkan bahwa bagi PDIP, patung proklamator dan bapak bangsa itu seyogyanya dimaknai sebagai ekspresi literasi sejarah.
Ia menjelaskan antusiasme masyarakat yang belakangan tumbuh adalah respons kearifan untuk mengobati luka kolektif masa lalu, era saat ada upaya-upaya sistematis untuk melakukan De-Soekarnoisasi dan penyimpangan memori kolektif bangsa.
- BKSAP DPR Serukan Dunia Usir Israel dari Wilayah Palestina
- DPR RI Suarakan Isu Palestina di Forum Internasional
- Israel Serang RS Indonesia di Gaza, Fadli Zon: Tanda Nyatakan Perang terhadap Indonesia
- BKSAP DPR Ingatkan Krisis Gaza di Forum Parlemen G20
- BKSAP Soroti Respon Barat Cenderung Berpihak ke Israel: Harusnya Bersikap Adil dan Netral
Saat itulah Fadli Zon akhirnya mengatakan soal Soekarno yang menurutnya bukan proklamator tunggal.
“Proklamator itu adalah Soekarno dan Mohammad Hatta, dwitunggal. Bukan Soekarno saja,” tutur Fadli, dikutip terkini.id via Sindonews pada Sabtu, 30 Oktober 2021.
“Jadi, jangan membelokkan sejarah seolah proklamator itu Soekarno sendirian. Itu dwitunggal, atas nama rakyat Indonesia.”
Sebagai informasi, sebelumnya, Megawati Soekarnoputri menginstruksikan pengurus daerah PDIP untuk membangun patung Presiden Soekarno atau Bung Karno.
Hal itu dilakukan karena menurut Megawati, Bung Karno adalah bapak bangsa dan pahlawan nasional.
“Kalau memungkinkan, tentu tidak perlu terburu-buru. Bikinlah di setiap daerah patung beliau,” ujarnya saat peresmian Prasasti Taman UMKM Bung Karno dan penandatanganan 16 Kantor PDIP yang digelar secara daring pada Kamis lalu, 28 Oktober 2021.
“Mau tidak mau, suka tidak suka, Beliau adalah proklamator kita, bapak bangsa, diberi gelar pahlawan nasional. Hal seperti itu harus diingatkan pada generasi muda,” tandasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
