Menteri-menteri Hingga Presiden Sudah Berkunjung, Vale Harus Jadi Model Perusahaan Tambang dengan ESG Terbaik

Menteri-menteri Hingga Presiden Sudah Berkunjung, Vale Harus Jadi Model Perusahaan Tambang dengan ESG Terbaik

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini.id – Beberapa bulan terakhir, perusahaan tambang di Sulawesi, PT Vale mendapat kunjungan orang penting, mulai dari Menko Ekonomi Airlangga Hartarto, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, hingga Presiden Joko Widodo. 

Keberhasilan perusahaan itu dalam menjalankan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG), serta kolaborasi yang terjalin dengan perusahaan besar dunia dalam pembangunan industri baterai kendaraan listrik, relevan dengan visi Indonesia untuk menjadi satu dari lima besar kekuatan ekonomi dunia pada 2045. 

Jokowi bahkan memerintahkan untuk menjadikan Vale sebagai model pertambangan yang bisa diikuti perusahaan tambang lain.

Menteri-menteri Hingga Presiden Sudah Berkunjung, Vale Harus Jadi Model Perusahaan Tambang dengan ESG Terbaik
Ekosistem hutan di Kawasan Tambang Vale. Perusahaan ini didorong jadi Model Perusahaan Tambang dengan ESG Terbaik.(dok Vale)

Jika Indonesia sukses menjadi satu dari lima kekuatan ekonomi dunia pada 2045, hilirisasi industri yang berkelanjutan, khususnya mineral, adalah salah satu penopangnya. Presiden Jokowi menyinggung hilirisasi itu dalam peluncuran Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Nasional atau RPJPN 2025-2045 pada pertengahan Juni 2023 lalu.

Memakai setelan jas biru, hari itu, Jokowi bicara tentang betapa pentingnya sebuah hilirisasi industri untuk visi Indonesia Emas 2024. 

Baca Juga

Lebih spesifik dia menyinggung ekosistem baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), komponen terpenting produk kendaraan listrik yang mulai diproduksi massal produsen otomotif dunia.

“Hilirisasi industri sangat penting, inilah nanti yang akan melompatkan kita (menuju kekuatan ekonomi dunia). Misalnya hilirisasi mineral, ekosistem baterai EV. Bagaimana kita tidak lagi ekspor nikel mentahan, tapi memproduksi baterai litium, dan mencapai ekosistem besarnya,” kata Jokowi.

Ucapan Jokowi itu tidak cuma berdasarkan rumusan-rumusan Bappenas atau bisikan ekonom di belakangnya. Lembaga keuangan dunia, seperti World Bank, IMF hingga McKinsey, sebelumnya sudah membuat proyeksi, hitung-hitungan tentang Indonesia yang akan menjadi satu dari lima besar kekuatan ekonomi dunia pada 2045, ditandai dengan pendapatan per kapita USD 30.300, kemiskinan di bawah 1 persen dan pencapaian lainnya.

RPJPN 2025-2045, yang diluncurkan Presiden di Djakarta Theater, Jakarta pada Kamis, 15 Juni 2023 itu, menetapkan lima sasaran utama, salah satunya adalah menurunkan intensitas emisi Gas Rumah Kaca hingga 93,5 persen demi visi mewujudkan Net-Zero Emission. Polusi udara ditekan hingga nol, dan lingkungan menjadi lebih hijau.

Tapi di sisi lain, ekonomi tetap harus tumbuh. Investasi yang mendukung hilirisasi harus berjalan, malah harus dipacu lebih kencang. Mesin-mesin pabrik harus tetap menyala dan menyerap lebih banyak  tenaga kerja, supaya pendapatan per kapita rakyat Indonesia setara dengan negara negara maju, dan kemiskinan mendekati nol persen pada 2045 nanti.

Membuat kedua visi itu sejalan, yakni ekonomi kuat tapi emisi nol, adalah alasan Jokowi dan anak buahnya selalu bicara tentang hilirisasi mineral, dan membangun ekosistem baterai EV. 

Karenanya kendaraan-kendaraan berbahan bakar fosil (BBM) yang berseliweran di jalan-jalan harus segera diganti dengan kendaraan listrik, untuk mendukung pengurangan emisi karbon. 

Menurut hitung-hitungan PLN, 1 liter BBM bisa menghasilkan 2,4 kilogram CO2e alias gas rumah kaca, sedangkan 1,2 kWh listrik, yang kekuatannya setara 1 liter BBM, cuma menghasilkan 1 kg CO2e. Artinya, mengganti BBM dengan listrik bisa mengurangi emisi sampai 56 persen.

Jokowi memang giat memantau investasi industri energi di tanah air. Bukan cuma peningkatan nilai produk, komitmen perusahaan pada lingkungan juga diperhatikan. Untuk hal ini, sudah ada parameter umum yang dipakai, yakni ESG.

ESG, sebuah praktek yang harus diadopsi oleh perusahaan, bukan saja membantu kehidupan sosial dan lingkungan sekitarnya lebih baik, namun juga membantu memperkuat keberlanjutan perusahaan tersebut.

Tiga bulan sebelum peluncuran RPJPN itu, Presiden Jokowi mengunjungi PT Vale Indonesia, di Sorowako, Sulawesi Selatan. Perusahaan tambang yang beroperasi di tiga provinsi di Sulawesi itu rupanya menjadi perhatian Jokowi dan beberapa menterinya yang terkait dengan perekonomian. 

Jokowi melihat bagaimana PT Vale merehabilitasi dan mereklamasi lahan bekas tambang, pembibitan pohon, menjaga air limpasan tambang agar tak mencemari danau, proses industri yang lebih rendah karbon, serta pemanfaatan energi listrik dari PLTA.

Menteri-menteri Hingga Presiden Sudah Berkunjung, Vale Harus Jadi Model Perusahaan Tambang dengan ESG Terbaik
Luhut Binsar Panjaitan, Febriany Eddy dan Presiden Jokowi.(Dok PT Vale)

Jokowi juga menyaksikan penandatanganan kesepakatan antara PT Vale , Zhejiang Huayou Cobalt Co. (Huayou)  dan produsen otomotif global Ford Motor Co. (Ford), terkait penyertaan modal di Proyek High-Pressure Acid Leach (HPAL), pabrik bahan baku baterai di Blok Pomalaa, Sulawesi Tenggara. 

Blok ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional dengan investasi hingga IDR 67,5 triliun dan diperkirakan akan mempekerjakan sekitar 12.000 pekerja konstruksi.
Tiga perusahaan itu, khususnya Vale, dikenal sudah menjalankan praktik ESG dengan baik. 

Jokowi pun menilai, Vale bisa menjadi model pertambangan yang ideal dan diikuti oleh perusahaan perusahaan lain.

“Saya juga cek tadi bagaimana PT Vale menyiapkan bibit untuk merehabilitasi, mereklamasi lahan bekas tambang. Sangat bagus. Kemudian, saya segera perintahkan kepada seluruh perusahaan tambang di Indonesia untuk meng-copy, meniru apa yang dilakukan PT Vale,” ungkap Jokowi didampingi Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Investasi/BKPM Bahlil Lahadalia, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, 30 Maret 2023 lalu.

Sebelum Jokowi berkunjung, Menko Ekonomi, Airlangga Hartarto pernah datang ke Vale, untuk meresmikan Proyek Pertambangan dan Pengolahan Nikel Rendah Karbon di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, pada Februari 2023 lalu.

Lokasi pertambangan berada di Kecamatan Bungku Timur dan Bahodopi, serta lokasi pabrik pengolahan berada di Desa Sambalagi, Kecamatan Bungku Pesisir. Smelter Vale ini memakan biaya investasi hingga IDR 37,5 triliun dengan kapasitas produksi mencapai 73 ribu ton per tahun.

Selain Airlangga, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan juga pernah mengunjungi Vale untuk meresmikan Proyek Konstruksi Pabrik Pengolahan Nikel Berbasis HPAL. Proyek ini digarap Vale Indonesia bersama Huayou dan produsen Ford di Pomalaa, Sulawesi Tenggara, pada November 2022 lalu.

Airlangga maupun Luhut mengaku salut dan mengapresiasi praktek pertambangan yang dijalankan oleh PT Vale, dan menilai perusahaan ini layak menjadi model pertambangan yang bisa diikuti perusahaan tambang lain.

CEO Vale Indonesia, Febriany Eddy pun berulang kali menekankan  bahwa prinsip ESG bagi Vale bukan sekadar program atau inisiatif. Tapi ESG adalah bagian dari jati diri perusahaan.

“ESG itu bukan program bukan inisiatif, ESG itu harus jadi bagian dari jati diri kita,” ungkap Febriany Eddy.

Perusahaan tambang yang berulang tahun ke-55 pada 25 Juli 2023 nanti itu tidak pernah melakukan ekspor nikel mentah sejak pertama kali berdiri. Untuk urusan lingkungan, Vale tercatat sudah tiga kali meraih PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Memasuki usia 55 tahun, Vale mengusung tagline ‘Semangat dalam Selaras. Semua Berarti, Semua Berharga’. 

Sejalan dengan upaya memperbaiki lingkungan, kehidupan sosial dan ekonomi.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.