Menuntut Percepatan Eksekusi, Mahasiswa UVRI Makassar Melakukan Aksi

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan

Terkini.id – Makassar, Mahasiswa Universitas Veteran Republik Indonesia (UVRI) Makassar melakukan ujuk rasa di depan kantor Pengadilan Negeri Makassar Jl. R.A. Kartini No.18/23 pada hari Kamis, 5 Desember 2019.

Mengeluhkan proses dan tindakan pihak Pengadilan Negeri Makassar dalam mengawal proses eksekusi kampus UVRI makassar. Setelah beberapa bulan menunggu proses pengadilan yang sangat lamban dalam menyikapi amar Putusan MA No. 1324 K/PDT/2019 yang telah dikeluarkan oleh Mahkamah Agung yang notabanenya dimenangkan oleh pihak Yayasan Perguruan Tinggi Karya Dharma makassar (YPTKD) yang diketuai oleh H. Andi Rahman, S.sos. Merujuk dari lambannya pergerakan Pengadilan Negeri Makassar dalam menyikapi putusan yang telah di tetapkan, sehingga puluhan mahasiswa yang mengikuti unjuk rasa tersebut menuntut:

1. Ketua PN Makassar sekiranya mempercepat proses eksekusi sebagaimana yang diinginkan oleh putusan Mahakamah Agung No. 1324 K/PDT/2019.

2. Ketua PN Makasaar menolak segala eksepsi yang tidak rasional sebab hanya ingin mengulur-ngulur waktu.

3. Ketua PN Makassar segera menjadwalkan eksekusi selambat-lambatnya 8 hari kerja dimulai sejak aksi ini.

Menarik untuk Anda:

4. Ketua PN Makasar tetap pada semboyan Pengadilan Negeri Makassar yakni SIPAKATAU.

5. Seluruh elemen yang terkait harus profesional dalam menegakan keadilan dan tetap independen agar tak ada maladministrasi.

“Kami berharap Ketua Pengadilan Negeri Makassar secepatnya menjadwalkan proses eksekusi UVRI Makassar,” Ujar Ilham Selaku Jendral Lapangan Aksi

Dan Toni, salah satu masa aksi, mengatakan bahwa Peninjauan Kembali tidak bisa menghalangi proses eksekusi kampus UVRI dan itu tidak bisa digeneralisis sebagai alasan untuk menghalangi eksekusi sebagaimana UU No.14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung yang telah diubah dengan UU No. 5 Tahun 2004.

“Kami tidak mau eksekusi ini mempengaruhi proses akademik dan merugikan mahasiswa,” Kata Sibali sebagai Hubungan Masyarakat Pengadilan Negeri

“Karena Ketua Pengadilan Negeri Makassar tetap pada prinsip kehati-hatian,” sambungnya

Mahasiswa berharap kepada seluruh elemen yang terkait agar secepatnya menindaklanjuti tuntutan tersebut.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Pesantren Matahari Agendakan Hari Santri

Puluhan Mahasiswa STKIP-YPUP Makassar Gelar Aksi Unjuk Rasa Di Kampus STKIP-YPUP

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar