Terkini.id, Jakarta – Pengamat politik, Rocky Gerung ikut menanggapi soal insiden bendera merah putih yang dilarang berkibar di Jembatan Pantai Indah Kapuk (PIK).
Menurut Rocky Gerung, insiden pelarangan bendera merah putih di Pantai Indah Kapuk itu memperlihatkan bahwa pemerintah tidak menghadirkan keadilan sosial di tengah masyarakat.
Hal itu disampaikan Rocky Gerung dalam video yang tayang di kanal YouTube Refly Harun, seperti dilihat pada Rabu 18 Agustus 2021.
“Social justice itu nggak terlihat bahkan ditutupi dengan insiden di Jembatan PIK kemarin. Jadi ada sekelompok tokoh di Laskar Merah Putih mau pasang bendera di PIK dihalangi, nggak boleh,” ujar Rocky Gerung.
Padahal, lanjut Rocky, pendiri Laskar Merah Putih tersebut yang ia tahu adalah tokoh-tokoh Tionghoa yang percaya bahwa Indonesia bisa disimbolkan dengan merah putih.
“Padahal sebetulnya pendiri Laskar Merah Putih itu tokoh-tokoh China, yang percaya persatuan Indonesia bisa disimbolkan dengan dua warna merah putih,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Rocky mengaku heran mengapa Laskar Merah Putih dihalangi pasang bendara. Bahkan untuk menyeberang Jembatan PK pun dilarang aparat.
“Karena dianggap PIK itu not found, bukan bagian dari Indonesia. Itu tontotan kita untuk tahu,” tuturnya.
Mengutip Hops.id, Rocky Gerung dalam tayangan video itu juga mengatakan bahwa dari insiden Pantai Indah Kapuk tersebut pemerintah memang sengaja mengekspolitasi rasialisme supaya mudah mengendalikan situasi jika nantinya terjadi ketegangan masyarakat.
“Jadi bayangkan, misalnya komunitas China itu kan di dalam strukturnya berlapis-lapis. Tak jauh dari PIK ada orang China benteng yang betul betul paria, Jadi terlihat negara eksploitasi pemodal China sambil kuras. Setelah kuras dipalak gitu, tapi isu rasial tetap dipertahankan. Itu cara kendalikan masyarakat. Niat pemerintah sebetulnya halangi persatuan supaya bisa kendalikan masyarakat, busuk itu!” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
