SETIAP tanggal 17 Agustus, bendera merah putih berkibar dengan gagah. Gegap gempita perayaan memenuhi jalan-jalan, suara tawa dan sorak sorai menggema di udara. Namun bagiku, tanggal ini punya makna yang lebih dalam, bukan hanya hari lahir bangsa, tapi juga hari lahir “nenek ibu,” panggilan kesayanganku untuk ibu mertuaku tercinta.
Beliau lahir di tanggal yang sama dengan kemerdekaan Indonesia. Sungguh bukan kebetulan, sebab hidupnya pun penuh makna kemerdekaan. Merdeka dari iri hati, merdeka dari amarah, merdeka dari rasa ingin membebani orang lain. Seumur hidupnya, beliau hanya tahu memberi, menyayangi, dan mendoakan.
Aku masih ingat jelas, doa yang dulu pernah kupanjatkan: “Ya Allah, karuniakan aku mertua yang baik dan agamis.
”Dan Allah menjawab dengan indah. Aku dipertemukan dengan sosok ibu mertua yang penuh kasih, bersama ayah mertua yang tak kalah penyayang.
Beliau tidak pernah membedakan aku sebagai menantu dengan anak kandungnya sendiri. Bahkan ketika aku berselisih paham dengan suami, beliau lah yang menegur putranya, sambil tetap menenangkan aku dengan kelembutan.
- Innalillahi, Putra Mantan Gubernur HZB Palaguna, Mawang Palaguna Meninggal Dunia
- Bupati Andi Utta Apresiasi KM Bulukumba di Rantau yang Konsisten Berkurban untuk Kampung Halaman
- Perjalanan Telkomsel Selama 31 Tahun Menjaga Semangat 'Melayani Sepenuh Hati'
- Kisah Haru Opa Liu, Warga Kelahiran Makassar yang Bangun "Indonesia Kecil" di Tiongkok
- MaxOne Hotel & Resort Makassar Gelar Salat Ied dan Salurkan Daging Kurban ke Warga Sekitar
Sosoknya begitu mirip dengan nenekku “mama nenek” yang mendampingi aku sejak kecil. Ada kehangatan yang sama, ada cinta yang sama.
Aku merasa seolah Allah mengirimkan dua sosok ibu yang menjadi tempatku belajar arti kekuatan seorang perempuan.
Kenangan itu tak pernah pudar. Dua bulan setelah aku melahirkan anak pertamaku di Palopo, beliau menyuruhku ke Makassar untuk mendaftar CPNS. Waktu itu masih dengan sistem manual, bukan komputer.
Beliau sendiri yang mengantarku, bahkan menungguiku hingga selesai ujian. Kasih sayang yang begitu nyata, sederhana tapi tak terlupakan.
Di penghujung hidupnya pun, beliau tetap tidak mau merepotkan siapapun. Beliau meninggalkan dunia ini dengan senyum, tanpa keluh, tanpa marah.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
