Terkini, Makassar – Gelaran Makassar Half Marathon (MHM) 2025 yang berlangsung selama dua hari, 31 Mei–1 Juni 2025, sukses menyedot perhatian ribuan penikmat lari. Tak hanya menjadi ajang olahraga, MHM juga terbukti menjadi penggerak ekonomi serta ruang kolaborasi antar elemen kota.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang turut ambil bagian dalam kategori 10K, menyampaikan apresiasi atas antusiasme luar biasa yang ditunjukkan oleh warga dan peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari luar negeri.
“Luar biasa antusiasme warga dan pelari dari berbagai daerah di Makassar Half Marathon 2025. Saya ikut merasakan euforianya saat berlari di kategori 10K—melintasi ikon-ikon kota, bersama ribuan peserta yang penuh semangat,” ujar Munafri.
Acara yang dipusatkan di Anjungan Pantai Losari tersebut juga dihadiri oleh sejumlah tokoh, termasuk Ketua TP-PKK Kota Makassar, Melinda Aksa dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq saat hari pertama.
Pemerintah Kota menyatakan komitmennya untuk menjadikan MHM sebagai agenda tahunan yang semakin berkualitas.
- Penataan PKL Dibarengi Pemberdayaan, Pemkot Makassar Gandeng Bank Sulselbar Salurkan KUR untuk UMKM
- Inovasi Pengolahan Sampah Berbasis Magot PT Vale Dihadirkan Dalam Pameran Lingkungan Internasional KemenLHK
- Di Ujung Gubuk Reot, 7 Tahun Sebatang Kara, Daeng Sangkala Terbaring Sakit Tanpa KTP dan Perawatan
- Pebalap Astra Honda Ramadhipa Bidik Podium Kedua di Moto3 Junior World Championship Estoril
- Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi Ikuti Pelatihan PAKU Integritas 2026 yang Digelar KPK
“Event ini bukan hanya soal olahraga, tapi juga penggerak ekonomi dan promosi kota. Makanya, kami siap tingkatkan kualitas pelaksanaan—dari kesiapan fasilitas publik, hotel, transportasi, hingga manajemen event yang lebih rapi dan ramah lingkungan,” tegas Munafri.
Sport Tourism Berskala Nasional Terbesar di Indonesia Timur

Pada hari kedua, Minggu (1/6), kategori 21K atau half marathon menjadi penutup rangkaian MHM 2025. Ribuan pelari, pelaku UMKM, dan komunitas lokal terlibat aktif, menjadikan event ini tak hanya kompetisi lari, tetapi juga perayaan kota.
“Ini adalah ruang kolaborasi—di mana pelari, wisatawan, pelaku usaha, dan masyarakat bertemu dalam semangat yang sama: membangun Makassar yang lebih terbuka, sehat, dan kreatif,” lanjut Wali Kota.
Meskipun berjalan lancar, Pemkot juga mencatat sejumlah evaluasi, seperti kualitas rute, kesiapan infrastruktur, dan pengaturan teknis yang masih bisa ditingkatkan.
“Semua itu akan kami benahi demi menjadikan MHM sebagai agenda sport tourism unggulan berskala nasional,” tandasnya.
Pelari Usulkan Buka Kategori Marathon
Salah satu peserta asal Jakarta, Bayu, menyampaikan harapannya agar penyelenggara MHM mempertimbangkan untuk menambah kategori Marathon (42,195 km) pada tahun depan.
“Saya pikir Makassar ini sudah jadi pusat. Banyak pelari dari Jakarta dan luar daerah yang hadir. Saya rasa sudah saatnya Makassar membuka kategori marathon, tentu dengan persiapan yang matang agar bisa sukses,” ujar Bayu, yang juga merupakan salah satu founder Vale Runners.
Usulan ini menandakan tingginya ekspektasi terhadap perkembangan MHM di masa mendatang, sekaligus membuka peluang bagi Makassar untuk naik kelas sebagai tuan rumah event lari berskala internasional.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
