Terkini, Makassar — Kinerja sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan menunjukkan tren positif pada awal tahun. Hal ini tercermin dari pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), penyaluran kredit, hingga peningkatan jumlah investor di pasar modal.
Hingga Januari, total DPK perbankan tercatat mencapai Rp145 triliun, atau tumbuh sekitar 7,83 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit yang berada di kisaran 5,6 persen.
Kondisi ini berdampak pada rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) yang mengalami sedikit penurunan.
Penurunan tersebut kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) Mochammad Muchlasin mengatakan bukan disebabkan oleh berkurangnya penyaluran kredit, melainkan karena pertumbuhan simpanan masyarakat yang lebih tinggi dibandingkan kredit.
- Alumni Teknik Unhas Angkatan 87 Bersiap Gelar Reuni di Kota Malang
- Puluhan UMKM Ikuti UMK Academy 2026 di Makassar, Fokus Green Business dan Digital Marketing
- Grand Opening Bursa Sajadah Makassar, Kemenhaj Sulsel: Jawaban Kebutuhan Jamaah dan Peluang UMKM Lokal
- Pengabdian Kepada Masyarakat: UNM Sukses Melaksanakan Pelatihan Budidaya Tanaman Secara Kultur Jaringan di SMKN 3 Takalar
- Tekan Angka Kecelakaan Pelajar, Asmo Sulsel Gelar Safety Riding di SMAN 10 Gowa
“Artinya minat masyarakat untuk menabung pada awal tahun ini relatif lebih tinggi dibandingkan permintaan kredit,” ungkap Mochammad Muchlasin dalam paparan perkembangan sektor jasa keuangan.
Meski demikian, kata dia penyaluran kredit tetap menunjukkan pertumbuhan positif. Kualitas kredit juga masih terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) sekitar 3,76 persen.
“Dari sisi komposisi simpanan, DPK didominasi oleh tabungan yang mencapai sekitar 59 persen atau Rp86 triliun. Sementara porsi giro berada di kisaran 15 persen, dan sisanya berasal dari deposito,” jelas Muchlasin.
Kredit Produktif Masih Dominan
Dalam penyaluran kredit, sektor produktif masih sedikit lebih besar dibandingkan kredit konsumtif. Hingga Januari, kredit produktif tercatat mencapai sekitar Rp91,50 triliun.
Komposisi kredit relatif seimbang, yakni sekitar 52 persen kredit produktif dan 47 persen kredit konsumtif. Pada segmen konsumtif, porsi terbesar masih berasal dari pembiayaan untuk rumah tangga.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
