Terkini.id, Jakarta – Menanggapi peristiwa penangkapan warga Wadas, Anggota Komisi III DPR RI, M. Nasir Djamil menyikapi peristiwa menyayangkan adanya insiden tersebut.
Ia meminta kepada pihak aparat untuk menjauhi tindakan-tindakan kekerasan dalam proses pengukuhan lahan warga untuk penambangan batu Andesit di Desa Wadas itu.
Ia menyesalkan adanya berita penangkapan terhadap sejumlah warga yang kini telah tersebar luas di berbagai media sosial.
“Saya perhatikan video yang tersebar adanya indikasi tindak represifitas aparat terhadap masyarakat di Wadas,” kata Nasir dikutip dari laman Tempo pada Kamis, 10 Februari 2022.
Diberitakan sebelumnya, beberapa orang yang ditahan terkonfirmasi mengalami pemeriksaan oleh aparat karena diduga melanggar Pasal 212 KUHP dengan alasan membunyikan kentongan dan berkumpul saat polisi atau petugas BPN datang.
- Doakan Ganjar Pranowo Dengar Suara Warga Wadas, Musni Umar: Memihaklah Kepada Rakyat yang Memberi Jabatan
- Politisi PKS: Sudah 2 Hal yang Kurang Masuk Akal Dialamatkan kepada Warga Wadas!
- Aparat Penyerbu Wadas Semakin Dapat Kecaman, Akademisi: Segala Tindakan yang Melanggar Hukum Harus Dipertanggungjawabkan
- Ketua IPW Minta Propam Polri Untuk Periksa Kapolda Jateng dan Kapolres Purworejo Atas Dugaan Tindakan Refresif di Wadas
- Warga Wadas Pendukung Proyek Pemerintah Diteror, Kades: Saya Juga Diteror
Sebagai masyarakat sipil, Nasir memahami atas apa yang dirasakan penduduk Desa Wadas. Tentu muncul rasa tidak aman ketika aparat kepolisian lengkap dengan tameng dan pentungan masuk desa.
Bahkan dari informasi yang Nasir terima terdapat 250 petugas gabungan TNI, Polri dan Satpol mendampingi sejumlah 70 petugas BPN dan Dinas Pertanian dalam peristiwa tersebut. Pemandangan memprihatinkan itu telah terjadi sejak 7 Februari lalu.
Peristiwa Wadas ini berhasil mengambil banyak perhatian hingga bermunculan tagar atas peristiwa tersebut #SaveWadas #WadasMelawan #WadasTolakTambang berbagai platform sosial media.
Nasir khawatir apabila tindakan aparat semacam itu terjadi lagi akan memicu stigma yang semakin negatif dan menakutkan bahwa seolah-olah rakyat sedang dihadapkan dengan negara sedangkan dalam hal ini kepolisian seharusnya melindungi dan menjaga mereka.
“Saya bersama masyarakat Wadas, kita pelajari lagi permasalahan yang sedang dihadapi oleh warga dan menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi,” pungkas Nasir.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
