Terkini.id, Jakarta – Polemik yang terjadi di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, masih menjadi sorotan.
Peristiwa tersebut menjadi semakin viral ketika di media sosial banyak beredar video ratusan aparat dengan senjata lengkap mendatangi Desa Wadas pada Selasa, 8 Februari 2022.
Dari video itu nampak sejumlah warga ditangkap aparat di depan sebuah masjid.
Akirnya banyak kalangan yang mengecam tindakan tersebut, termasuk kalangan anak muda dari jajaran mahasiswa.
Ketua Bidang Hukum dan HAM PB Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Yefri Febriansah menilai pengepungan yang dilakukan oleh aparat teradap warga Wadas dengan bersenjata lengkap tidak bisa dibenarkan.
- Sambut Ramadhan 1447 H, HMI ATIM Gelar Bakti Sosial dalam Momentum Dies Natalis ke-79 Tahun
- HMI Cabang Makassar Gelar Dialog Publik, Rangkaian Milad Ke-79 Tahun
- Wali Kota Makassar Paparkan 7 Program Unggulan di Hadapan Aktivis HMI
- Ketua DPRD Sulsel Kawal Aspirasi Buruh dan HMI Tolak Tapera
- Presiden BEM Unismuh Makassar Sebut Pj Gubernur Sulsel Tidak Anti Kritik dan Sangat Terbuka
Menurutnya, warga Desa Wadas tidak pantas mendapatkan perlakuan demikian sebab pada dasarnya mereka hanya ingin melindungi hak mereka.
“Aparat sangat berlebihan, menghadapi rakyat. Yang mereka jaga bukan hanya sekedar tanah tapi masa depan mereka dan masa depan anak cucunya. Kami minta aparat berhenti bertindak represif terhadap rakyat,” kata Yefri dikutip dari laman Republika pada Jum’at, 11 Februari 2022.
Selain itu, Wakil Ketua Bidang Perundang-undangan dan Advokasi Kebijakan DPP Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Dody Nugraha mempertanyakan, sebenarnya apa kepentingan di Desa Wadas sampai melibatkan aparat yang tidak sedikit.
Keduaya berharap peristiwa pengepungan semacam itu tidak terulang kembali sebab akan menimbulkan kesenjangan antara rakyat dan pemerintah setempat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
