Masuk

Soal Hukum Bunuh Penghina Nabi Muhammad, Ustadz Khalid Basalamah: Boleh, Saatnya Membela Agama!

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Sebuah video memperlihatkan pernyataan Ustadz Khalid Basalamah soal hukum melakukan pembunuhan terhadap orang yang menghina Nabi Muhammad.

Dirinya menjelaskan bahwa hukum bunuh penghina Nabi Muhammad adalah boleh, merujuk pada riwayat Bukhari untuk memperkuat pendapatnya.

Khalid Basalamah menyampaikan bahwa jika kembali kepada dalil, maka membunuh penghina Nabi Muhammad SAW itu boleh, dirinya juga meminta jamaah membaca riwayat Bukhori.

Baca Juga: 6 Tempat Sarang Jin, Menurut Hadits Nabi Muhammad SAW

“Pertanyaannya bolehkah saya membunuh orang yang menghina Nabi Salaullahu Alaihi Wa Salam?,” ujar Khalid Basalamah dalam salah satu kajian ceramahnya.

Video itu diunggah oleh salah satu wargamet melalui akun Babe dengan nama akun Aisah Binti QoDrun, sebagaimana dilansir Terkini.id pada Senin, 11 Juli 2022.

Cuplikan video ceramah Ustadz Khalid Basalamah (Babe, Aisah Binti QoDrun)

“Kalau kita kembali ke dalil, boleh! Kalau kembali ke dalil boleh!,” ujar Khalid Basalamah menegaskan pendapatnya.

Baca Juga: Khalid Basalamah: Pintu Surga Dibuka Tiap Senin dan Kamis

Kemudian dirinya meminta jamaah untuk membaca riwayat Bukhori untuk memperkuat pendapatnya.

Menurut Ustadz Khalid, Nabi Muhammad SAW pernah menawarkan kepada sahabat untuk membunuh seseorang yang merupakan pimpinan Yahudi.

“Nabi SAW pernah menyuruh para sahabat membunuh Ka’ab bin Ashraf,” ujar Ustadz Khalid Basalamah menyampaikan cerita untuk memperkuat pendapatnya.

“Baca dalam riwayat Bukhori, kenapa? Ka’ab bin Ashraf ini selalu menghina Nabi SAW, selalu menghina nabi,” ujar Ustadz Khalid Basalamah melanjutkan.

Baca Juga: Bentuk Syiar, Majelis Taklim Masjid Al ikhlas Prima Griya Gelar Maulid Nabi

Meski begitu, Khalid Basalamah mengingatkan jamaah bahwa ceramah yang disampaikannya tidak bermaksud mengajak jamaah untuk perang.

“Ini bukan saya ajar anda ini supaya keluar dari masjid ini lalu berperang, bukan!,” ujar Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan maksudnya.

“Tapi kita harus adil, proposional kita di sini. Artinya kalau memang saatnya membela agama ya membela agama! Gitu kan, jangan tetap saja kita lemah,” ujar Khalid Basalamah menjelaskan maksudnya.