Terkini, Makassar – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) merupakan ancaman lingkungan yang dapat berdampak luas terhadap ekosistem, kesehatan dan keselamatan masyarakat, serta aktivitas sosial dan ekonomi. Risiko tersebut semakin perlu diantisipasi pada musim kemarau, ketika kondisi lahan dan vegetasi yang mengering dapat memicu dan mempercepat meluasnya kebakaran.
Penanganan risiko Karhutla membutuhkan upaya terpadu dan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga dunia usaha. Sebagai bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), PT Vale Indonesia Tbk (“PT Vale”) turut mengambil peran aktif melalui edukasi, mitigasi, pemantauan, koordinasi, dan penguatan kesiapsiagaan yang dilaksanakan secara paralel di seluruh wilayah konsesi dan Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) perusahaan.
Salah satu upaya tersebut dilakukan PT Vale melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa dengan menyelenggarakan Sosialisasi Penanganan dan Pencegahan Karhutla di Desa Totobo, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Kehutanan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kolaka. Sosialisasi juga melibatkan jajaran pemerintah kecamatan dan desa dari Kecamatan Pomalaa dan Kecamatan Baula yang wilayahnya berdekatan dengan area operasional perusahaan.
Kolaborasi lintas sektor tersebut ditujukan untuk memperkuat pemahaman bersama mengenai mitigasi, pencegahan, mekanisme pelaporan, koordinasi, serta penanganan awal kebakaran. Pelibatan pemerintah kecamatan dan desa diharapkan dapat memperluas edukasi kepada masyarakat hingga ke tingkat tapak, khususnya pada musim kemarau ketika risiko Karhutla meningkat.
- Maulid Nabi di Perumda Air Minum Makassar, Andi Syahrum Ajak Pegawai Teladani Rasulullah
- Sayembara Logo HUT ke-419 Makassar Dibuka, Peserta Wajib Punya Portofolio
- Perkuat Kesetaraan Kerja, Program Magang BRI Peduli Rangkul Talenta Disabilitas Sulsel
- Pertamina Pastikan Keandalan Pasokan Avtur di Bandara Sultan Hasanuddin
- Pemilihan Rektor UNM 2027--2031 Dimulai, Pendaftaran Bakal Calon Dibuka 21 September
Project Director IGP Pomalaa PT Vale Indonesia Tbk, Mohammad Rifai, mengatakan bahwa pencegahan Karhutla merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menjalankan praktik pertambangan berkelanjutan serta melindungi masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasional.
“PT Vale memiliki kepedulian tinggi terhadap pencegahan dan penanganan Karhutla. Meski merupakan tanggung jawab lintas sektoral, kami mengambil peran aktif melalui mitigasi, penguatan kesiapsiagaan, dan koordinasi yang dijalankan secara paralel di seluruh wilayah konsesi dan PPKH perusahaan. Kolaborasi ini penting agar setiap potensi kebakaran dapat diantisipasi dan ditangani sedini mungkin,” ujar Rifai, Kamis (3/9/2026).
Sosialisasi di Kabupaten Kolaka merupakan bagian dari pendekatan PT Vale untuk mendukung sistem pencegahan dan penanganan Karhutla yang lebih terkoordinasi. Pendekatan tersebut mempertimbangkan karakteristik wilayah, kondisi cuaca, tutupan lahan, kedekatan dengan permukiman, aktivitas masyarakat, serta kesiapan penanganan keadaan darurat.
Peningkatan pemahaman pemerintah kecamatan dan desa menjadi salah satu aspek penting dalam upaya tersebut. Aparatur di tingkat lokal memiliki posisi strategis untuk menyampaikan informasi pencegahan kepada masyarakat, mengidentifikasi potensi risiko, serta membangun koordinasi awal apabila ditemukan titik api atau terjadi kebakaran.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang untuk menyelaraskan pemahaman dan pembagian peran para pihak.
Upaya pencegahan perlu dilakukan secara konsisten, mulai dari edukasi mengenai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hingga penguatan jalur komunikasi, pelaporan, dan respons darurat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
