Moeldoko Akhirnya Buka Suara, Demokrat: Ada Bom Saja, Masih sibuk Posting Urusan Pribadi

Terkini.id, Jakarta – Herzaky Mahendea Putra, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat mengomentari soal Moeldoko yang akhirnya bicara soal Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang setelah lama diam.

Herzaky mengkritik bahwa Moeldoko justru bicara soal urusan pribadinya di tengah keresahan publik pasca bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar.

Menurut Herzaky, Moeldoko hanya memikirkan kepentingan pribadi dan kelompoknya saja.

Baca Juga: Moeldoko Dukung Pembentukan Payung Hukum Untuk Ekosistem Gim Nasional

“Tong kosong nyaring bunyinya. Bicara bohong & fitnah terus. Para pelaku begal partai mikir ambisi pribadi & gerombolannya saja. 4 jam lalu orang sedgang kaget karena bom Makassar, dia malah posting alasan bohong dia ambil alih ‘rumah orang’ secara kasar & ilegal,” tulisnya di akun Twitter @Herzaky_.

Herzaky lantas menyindir soal hati nurani dan jiwa ksatria Moeldoko.

Baca Juga: Muncul Dorongan Amien Rais Nyapres 2024, Politisi Demokrat: Kalau Memang...

Menurutnya, sudah pantas ia dipilih para penggas KLB sebab ia mementingkan urusan sendiri.

“Kalau gelar akademik bisa didapat dengan belajar, jabatan bisa didapat dengan bermacam cara, tapi kalau hati nurani & jiwa ksatria, tidak tergantung jabatan & deretan gelar,” kata Herzaky.

“Pantas tidak tahu malu terima tawaran Ketum KW dari KLB KW, pas ada bom saja masih sibuk posting urusan pribadi,” lanjutnya.

Baca Juga: Muncul Dorongan Amien Rais Nyapres 2024, Politisi Demokrat: Kalau Memang...

Lebih lanjut, Herzaky menilai bahwa sikap Moeldoko itu menunjukkan ia tidak memiliki hati nurani dan empati.

“Mari selamatkan Indonesia, dr pemimpin & pejabat publik yg tidak punya hati nurani & nir empati,” tutupnya.

Adapun terkait pernyataan Moeldoko, ia menyampaikan beberapa poin.

Pertama, Moeldoko menekankan bahwa ia akhirnya menerima permintaan menjadi Ketua Umum setelah melihat masalah dalam tubuh Partai Demokrat.

“Saya orang yang didaulat untuk memimpin Demokrat. Kekisruhan sudah terjadi, arah demokrasi sudah bergeser di dalam tubuh Demokrat,” ujar Moeldoko melalui unggahan di Instagram resminya, @dr_Moeldoko, Minggu, 28 Maret 2021.

Kedua, ia menegaskan untuk tidak mengait-ngaitkan keputusannya dengan Presiden Joko Widodo.

“Terhadap persoalan yang saya yakini benar dan itu atas otoritas pribadi yanh saya miliki, maka saya tidak mau membebani Presiden,” ujar Moeldoko.

“Saya terbiasa mengambil risiko seperti ini demi kepentingan bangsa dan negara. Untuk itu, jangan bawa-bawa Presiden untuk peroalan ini,” tambahnya.

Adapun terkait bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Moeldoko telah menyampaikan turut berduka cita dua jam setelah unggahannya terkait kisruh Demokrat.

Bagikan