Namun, Ikafe menolak opsi mengganti pimpinan sidang dengan utusan Ikafe. “Silakan dilanjut dengan pimpinan yang sekarang. Karena Ikafe tidak berburu jabatan. Kami hanya berharap Mubes berjalan sehat dan demokratis,” lanjut Ketua Umum Ikafe Unhas.
Kepengurusan Ikafe Unhas, secara tradisi memang unik. Selama ini tampuk pimpinan selalu dipercayakan kepada tokoh alumni yang berasal dari dunia swasta yang menetap di Jakarta. Yaitu Asmawi Syam, Dirut BRI pada zamannya, menakhodai Ikafe pada tahun 90an. Disusul Iqbal Latanro era 2010an. Dan terakhir DR. Hendra Noor Saleh, SE., M.Si., DBA, CEO dan direktur berbagai perusahaan swasta yang terpilih pada tahun 2022 di JS Luwansa, Jakarta.
Ikafe dengan semangat riang gembira, selalu mengandalkan kekuatan kebersamaan dari anggotanya. Tidak bertumpu pada alumni tertentu yang dianggap sukses di atas rata-rata. Tak heran jika kegiatan Ikafe Unhas selalu berkesinambungan, kreatif, mandiri, publikasi rutin di media, terorganisir dan kaderisasi lancar alamiah.
Postur kepengurusan Ikafe Unhas memang cukup unik. Bertabur aktivis kampus, anggota HMI, ketua senat, ketua Maperwa (dulu BPM) lintas generasi yang menjadi singa podium dan laskar tangguh konferensi yang sudah kenyang asam garam berorganisasi. Sebut saja: Ni’matullah, Muh. Suaib Mappasila, Afandi Mansyur, Rio Fatrah, Andi M. Sadat, M. Lutfi Hanafi, Eka Sastra, Amril Arifin, Irdham Ferdiansah, Ikhsan Nur, Suryanata, Laode Musafin, M. Idris Amin, Rahmat Noer dan masih banyak lagi.
“Interupsi” Ikafe Unhas seakan menyadarkan kembali apa makna ber-IKA Unhas. Bukan bertujuan kultus individu, selalu mendukung ketua terpilih agar membawa organisasi menjadi lebih bermanfaat dan bermanfaat untuk alumni dan kampus Unhas tercinta.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
