Terkini.id, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) semakin kesal dengan sikap Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas ogah meminta maaf atas ucapan kontroversial yang menyebut Kemenag adalah hadiah dari pemerintah buat NU.
Yaqut sendiri telah menegaskan dirinya tidak akan meminta maaf. Menurutnya, pernyataan itu hanya bersifat internal, untuk menyemangati para santri pada hari santri nasional beberapa hari lalu.
Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah MUI, Muhammad Cholil Nafis mengatakan, alasan Yaqut untuk tidak meminta maaf atasharihhh ucapannya tersebut dirasa ganjil. Apalagi pernyataan itu disiarkan di saluran Youtube dan Zoom sehingga masyarakat dengan mudah mengaksesnya.
“Meskipun untuk internal tetaplah tak benar dan tak elok. Kan sudah jelas acaranya via Zoom dan disiarkan TV. Nyatanya terpublikasi dan viral,” kata Cholil Nafis, dikutip dari liputan6.com pada Selasa 26 Oktober 2021.
Cholil Nafis menyayangkan, tidak ada permintaan maaf secara langsung dari Menteri Agama atas pernyataannya tersebut.
- Permainan Domino Dinyatakan Halal oleh MUI dan Segera Jadi Cabang Olahraga Resmi di Indonesia
- MUI Dukung Langkah Afrika Selatan Tuntut Israel di Mahkamah Internasional
- Jelang Pemilu, Prof Niam Ingatkan Kewajiban Umat Pilih Pemimpin yang...
- Sudah Terlanjur Beli Produk Pro Israel Bagaimana Hukumnya? Ini Penjelasan MUI
- Digugat Rp 1 Triliun, Anwar Abbas Justru Sedih Panji Gumilang Jadi Tersangka
“Tak mau mengalah dan mengakui kesalahan itu berat apalagi sebagai pejabat publik,” katanya.
Padahal, menurut Cholil Nafis, andai sejak awal meminta maaf, maka sikap Menag bisa dipandang lebih baik oleh masyarakat.
“Kalau diawali minta maaf itu akan lebih elok dan mungkin mengurangi kegaduhan,” ucapnya.
Yaqut sendiri sebelumya telah mengklarifikasi pernyataanya perihal Kemenag hadiah bagi NU dan menegaskan dirinya tidak akan meminta maaf. Menurutnya, pernyataan itu untuk internal, yakni untuk menyemangati para santri pada hari santri nasional beberapa hari lalu.
“Itu saya sampaikan di forum internal. Intinya, sebatas memberi semangat kepada para santri dan pondok pesantren. Ibarat obrolan pasangan suami-istri, dunia ini milik kita berdua, yang lain cuma ngekos, karena itu disampaikan secara internal,” ujar Yaqut dalam keterangannya, Senin (25/10/2021)
Yaqut menekankan memberikan semangat itu adalah hal wajar, apalagi di dalam forum internal. Ia mengaku kaget ketika hal tersebut sampai keluar dan digoreng ke publik. Dia mengaku, pernyataan itu diharapkan tidak sampai keluar ke publik demi menghindari perdebatan.
“Memberi semangat itu wajar. Itu forum internal. Dan memang saya juga tidak tahu sampai keluar lalu digoreng ke publik. Itu forum internal, konteksnya untuk menyemangati,” bebernya dikutip dari Indozone, Senin, 25 Oktober 2021.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
