Terkini.id, Jakarta – Juru Bicara sekaligus pengamat hukum 212, Damai Hari Lubis meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk introspeksi diri.
Hal itu ia sampaikan dalam rangka menanggapi permintaan Jokowi kepada pemerintah Myanmar mengenai pembebasan tahanan politik.
Menurut Damai, Jokowi seperti pura-pura tak tahu bahwa pemerintah Jokowi juga memiliki tahanan politik.
“Jokowi mestinya instrospeksi diri, karena tampak dirinya pura-pura tidak tahu, ada tahanan politik hingga dilangsungkannya persidangan politik yang dilakukan oleh pemerintahan RI,” ujar Damai, dikutip dari Harian Aceh, Minggu 25 April 2021.
Salah satu yang ia soroti adalah persidangan kasus pelanggaran prokes Habib Rizieq Shihab (HRS).
“Penahanan dan persidangan politik yang sedang digulirkan oleh elit-elit politik pemerintahan terhadap HRS dan kawan-kawan aktivis, dimana dirinya sendiri selaku presiden dan kepala pemerintahan tertinggi”, imbuhnya.
Terlebih, kata Damai, dibandingkan HRS, banyak pelanggar prokes lainnya yang tak ditangkap seperti Atta dan Aurel saat pernikahan.
Sebelumnya, dalam ASEAN Leaders Meeting (ALM) yang dilaksanakan di Gedung Sekretariat ASEAN, Jakarta, Sabtu, 24 April 2021, Jokowi meminta agar tahanan politik dibebaskan.
“Permintaan komitmen kedua, proses dialog yang inklusif harus dimulai, tahanan politik harus segera dilepaskan,” tuturnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
