Ia menambahkan bahwa kepemimpinannya akan membuka ruang yang lebih luas bagi partisipasi kader di seluruh tingkatan organisasi.
“Saya ingin memastikan bahwa KAMMI menjadi organisasi yang terbuka. Pengurus Wilayah dan Pengurus Daerah tidak harus selalu seragam dengan pusat dalam setiap pandangan. Yang kita bangun adalah kesamaan visi, bukan keseragaman berpikir. Organisasi yang besar adalah organisasi yang mampu merawat perbedaan dan mengubahnya menjadi energi kemajuan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Amri juga menyoroti pentingnya penguatan kaderisasi sebagai fondasi utama gerakan KAMMI. Ia menegaskan bahwa tantangan bangsa ke depan membutuhkan lebih banyak pemimpin muda yang berintegritas, kompeten, dan memiliki keberpihakan kepada rakyat.
“Fokus utama kita ke depan adalah melahirkan kader-kader pemimpin. Kita ingin kader KAMMI hadir dan memimpin di berbagai sektor strategis, baik di kampus, birokrasi, dunia usaha, lembaga sosial, maupun ruang-ruang pengabdian lainnya,” tuturnya.
Secara khusus, Amri mengajak seluruh kader untuk mengembalikan tradisi kepemimpinan KAMMI di lingkungan kampus yang selama ini menjadi salah satu identitas gerakan organisasi.
- Husniah Talenrang Nonaktifkan 16 Pejabat Termasuk Sekda: Agar Pemerintahan Tertib Sesuai Aturan
- Muncul Narasi Membenturkan Instansi Kemenhut, KPH dan Gakkumhut Tetap Solid Berantas Perambah Hutan
- Menag Nasaruddin Umar Buka Secara Resmi Muktamar V Wahdah Islamiyah dan Kukuhkan 10.000 Guru Qur'an, Ini Pesannya!
- Bupati Jeneponto Tinjau Perbaikan Ruas Jalan Ruku-Ruku di Bangkala
- Husniah dan Ombas Pakai Pengacara Yang Sama Saat Berurusan dengan Polda
“Kita harus mengembalikan kejayaan KAMMI sebagai rahim kepemimpinan mahasiswa Indonesia. Kita ingin kembali melihat kader-kader KAMMI memimpin Badan Eksekutif Mahasiswa di berbagai kampus, memimpin gerakan intelektual, dan menjadi pelopor perubahan di tengah masyarakat,” ujar Amri.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa KAMMI tidak boleh terjebak pada romantisme masa lalu, melainkan harus mampu menjawab tantangan zaman dengan gagasan dan karya nyata.
“Muktamar ini bukan sekadar memilih ketua umum. Muktamar ini adalah momentum untuk memperbarui semangat perjuangan. Kita harus hadir sebagai organisasi yang relevan, adaptif, dan mampu memberikan solusi atas persoalan umat, bangsa, dan negara,” tuturnya.
Menutup pidatonya, Amri mengajak seluruh kader untuk meninggalkan sekat-sekat perbedaan yang muncul selama proses Muktamar dan kembali bersatu membangun organisasi.
“Kompetisi telah selesai. Hari ini tidak ada lagi kelompok A atau kelompok B. Yang ada adalah KAMMI. Yang ada adalah cita-cita besar untuk menghadirkan kemaslahatan bagi umat dan bangsa. Mari kita rapatkan barisan, satukan langkah, dan bergerak bersama menjemput masa depan KAMMI yang lebih besar,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
