Munafri Ungkap Lontara Plus, Super App yang Satukan 358 Aplikasi Pemkot Makassar

Munafri Ungkap Lontara Plus, Super App yang Satukan 358 Aplikasi Pemkot Makassar

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkini, Jakarta — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi memaparkan inovasi digital Pemerintah Kota Makassar melalui Layanan Online Terintegrasi Warga Makassar (Lontara Plus) dalam program Talkshow Zona Inspirasi Kompas TV yang berlangsung secara live dari Studio Redaksi Kompas TV, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Dalam talkshow bertema “Lontara+ Program Unggulan Pemkot Makassar” tersebut, Munafri menjelaskan transformasi digital yang dikembangkan Pemkot Makassar sebagai upaya menyederhanakan pelayanan sekaligus mempercepat respons pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat.

Menurut Munafri, Lontara Plus merupakan layanan publik terpadu atau super app yang mengintegrasikan berbagai layanan pemerintahan dalam satu platform digital.

“Aplikasi Lontara Plus merupakan layanan publik terpadu atau super app Pemkot Makassar yang kita kembangkan untuk mengintegrasikan berbagai layanan pemerintahan ke dalam satu platform digital,” ujar Munafri.

Ia mengatakan, Lontara Plus juga menjadi kanal bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi maupun persoalan yang terjadi di lingkungan mereka, mulai dari infrastruktur, kebersihan, persoalan sosial, hingga kebutuhan pelayanan publik lainnya.

Baca Juga

“Jadi, Lontara Plus bisa menampung aspirasi warga berkaitan dengan infrastruktur, kebersihan, masalah sosial, serta kebutuhan masyarakat yang disampaikan ke Pemerintah Kota,” sambungnya.

Integrasikan 358 Aplikasi

Munafri menjelaskan, pengembangan Lontara Plus berangkat dari kebutuhan untuk menyederhanakan sistem pelayanan pemerintahan yang sebelumnya tersebar di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).

Sebelum dilakukan integrasi, terdapat sekitar 358 aplikasi yang digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan pelayanan pemerintahan.

Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan tersendiri dalam menciptakan sistem pelayanan yang sederhana dan mudah diakses masyarakat.

Karena itu, Pemkot Makassar kemudian mendorong integrasi berbagai sistem tersebut ke dalam satu platform.

“Itu poin terpentingnya, dari inisiatif itu kita bangun bagaimana percepatannya, dan itu kita kerjakan apa yang disampaikan warga ke OPD,” jelas Munafri.

Menurutnya, transformasi digital tidak boleh hanya dimaknai sebagai pembuatan aplikasi baru. Digitalisasi harus mampu menghasilkan perubahan nyata dalam tata kelola pemerintahan.

Munafri menilai teknologi harus menjadi instrumen untuk membangun birokrasi yang lebih efektif, mempercepat pelayanan, serta menciptakan ekosistem pemerintahan yang mampu merespons persoalan masyarakat.

“Bagaimana satu cara itu untuk mendesain atau meningkatkan birokrasi, mendesain ekosistem, tumbuhnya ekonomi, tumbuhnya pendidikan,” katanya.

“Akhirnya kita melihat bagaimana aplikasi itu bisa terkoneksi, dan terbukti berjalan efektif,” tambahnya.

Warga Tak Perlu Selalu Datang ke Kantor Pemerintahan

Munafri mengatakan, salah satu manfaat utama Lontara Plus adalah membuka ruang komunikasi dua arah antara masyarakat dan pemerintah.

Melalui kanal digital tersebut, warga dapat menyampaikan persoalan yang ditemui di lingkungan masing-masing tanpa harus terlebih dahulu mendatangi kantor lurah, kecamatan, maupun kantor wali kota.

Ia mencontohkan laporan terkait saluran air tersumbat, kondisi infrastruktur, fasilitas publik, maupun persoalan lingkungan lainnya yang membutuhkan respons pemerintah.

“Karena masyarakat itu bisa berbicara tanpa harus dengan lurahnya, tanpa harus dengan camatnya, tanpa harus dengan wali kotanya. Sehingga solusi bisa disampaikan lewat aplikasi Lontara Plus,” ungkap Munafri.

Menurut dia, komunikasi langsung dengan masyarakat sangat penting karena pemerintah membutuhkan informasi mengenai kondisi riil di lapangan.

Setiap laporan masyarakat dapat menjadi gambaran kondisi perkotaan yang kemudian ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan tingkat urgensinya.

“Bagaimana caranya pemerintah menyelesaikan persoalan-persoalan itu, itu yang kita lihat dan kita tindaklanjuti setiap aduan,” jelasnya.

Digitalisasi untuk Percepat Pelayanan

Lebih jauh, Munafri menekankan pentingnya reformasi digital dalam memangkas waktu penyelesaian berbagai urusan pemerintahan.

Digitalisasi, kata dia, harus menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, mudah, transparan, dan mudah diakses masyarakat.

Dengan sistem yang saling terkoneksi, warga diharapkan tidak perlu berulang kali memasukkan data atau mendatangi unit pelayanan berbeda untuk menyelesaikan satu kebutuhan administrasi.

Layanan yang terintegrasi tersebut mencakup berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari administrasi kependudukan, penerbitan dokumen, layanan kesehatan, informasi pemerintahan dan perkotaan, hingga layanan publik lainnya.

“Konsep ini menjadi bagian dari upaya kami di Pemkot Makassar melakukan reformasi birokrasi berbasis teknologi,” tuturnya.

Munafri menegaskan, teknologi tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran pemerintah, tetapi memperkuat kapasitas pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Teknologi harus ditempatkan sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Ini lebih baik dan lebih cepat,” katanya.

Bangun Ekosistem Kota

Dalam talkshow tersebut, Munafri juga menyinggung bahwa transformasi digital Makassar tidak berdiri sendiri. Teknologi harus terhubung dengan pembangunan ekosistem perkotaan, termasuk ekonomi, pendidikan, kreativitas, dan pelayanan dasar.

Pemkot Makassar, lanjutnya, juga berupaya memberikan ruang bagi generasi muda dan pelaku ekonomi kreatif melalui berbagai inisiatif, termasuk Makassar Youth Philosophy.

Menurut Munafri, pemerintah tidak cukup hanya membangun aplikasi. Ekosistem yang mendukung masyarakat untuk mendapatkan pelayanan sekaligus berkembang juga harus dibangun.

“Harapan masyarakat itu sangat besar. Kehadiran Pemerintah Kota di sini adalah memberikan pelayanan. Kehadiran pemerintah adalah memaksimalkan apa keinginan masyarakat yang harus terpenuhi,” imbuhnya.

Ia mengakui tidak semua persoalan masyarakat dapat diselesaikan secara instan. Namun, hal yang paling penting adalah memastikan setiap persoalan diketahui pemerintah dan memiliki mekanisme untuk ditindaklanjuti.

“Tidak semua persoalan itu di depan mata diselesaikan. Tapi kita harus tahu, mau tahu kemajuan apa,” terangnya.

Lontara Plus Terus Dikembangkan

Munafri menegaskan, pengembangan Lontara Plus merupakan proses yang terus berjalan. Integrasi berbagai sistem membutuhkan penyesuaian dan penyempurnaan agar teknologi yang digunakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Berbagai laporan dan masukan dari masyarakat, kata dia, justru menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem pelayanan pemerintah.

“Dan akhirnya kita melihat ini memberikan sebuah gambaran kondisi masyarakat, dan hasilnya menjadi ruang menampung aspirasi,” ungkapnya.

Munafri berharap transformasi digital Pemkot Makassar dapat memperkuat pemerintahan yang lebih responsif, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan warga.

Menurutnya, keberhasilan digitalisasi tidak hanya diukur dari banyaknya aplikasi yang dimiliki pemerintah, tetapi dari sejauh mana teknologi mampu membuat pelayanan lebih mudah, cepat, dan dekat dengan masyarakat.

“Yang paling penting yang harus kita berikan adalah pemerintahan Kota yang menjaminkan agar pesan dan aspirasi warga muda sampai ke Pemerintah,” pungkas Munafri. (*)

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.