Terkini.id, Jakarta – Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman memberikan pernyataannya soal peristiwa meninggalnya 6 orang anggota FPI yang tewas ditembak aparat kepolisian di Jalan Tol Jakarta-Cikampek.
Lewat sebuah video yang dibagikan Twitter Denny Siregar, Senin 7 Desember 2020, tampak Munarman tengah menggelar konferensi pers terkait peristiwa tersebut.
Dalam video itu, Munarman dengan tegas membantah bahwa senjata api yang disita polisi dalam peristiwa itu adalah milik FPI.
“Pasti bukan punya kami, karena kami tidak punya akses terhadap senjata api dan tidak mungkin membeli dari pasar gelap,” ujar Munarman dalam video itu.
Ia pun mengatakan polisi telah berbohong lantaran menyebut senjata api yang diamankan dalam peristiwa itu adalah milik anggota FPI.
- Mendagri Resmi Tutup HUT Dekranas ke-46 di Makassar, Apresiasi Dukungan Wali Kota Munafri
- 151 UMKM Ramaikan Dekra Ekspo 2026, Wali Kota Munafri: Makassar Perkuat Posisi sebagai Pusat Ekonomi Kreatif
- ITH Kian Dipercaya Masyarakat, Penerimaan Mahasiswa Baru 2026/2027 Tembus Rekor 975 Orang
- Makassar Raih Penghargaan Kemendagri Bidang Wastra dan Kriya, Appi Perkuat UMKM Berbasis Budaya
- Gubernur Sulsel Borong Miniatur Pinisi Karya UMKM Bulukumba di Pameran HUT Dekranas ke-46
“Jadi bohong, bohong sama sekali,” tegasnya.
Menurutnya, dalam keanggotaan FPI terdapat aturan yang menyebutkan bahwa setiap anggota FPI dilarang membawa senjata tajam maupun senjata api hingga bahan peledak.
“Apalagi di FPI di kartu anggota disebutkan bahwa setiap anggota dilarang membawa senjata tajam, senjata api dan bahan peledak. Itu dilarang di kartu anggota kita,” jelasnya.
Dalam video itu, Munarman juga meminta semua pihak untuk menghentikan segala upaya yang tujuannya memfitnah dan menjatuhkan martabat FPI.
“Jadi upaya-upaya memfitnah menjatuhkan martabat (FPI) hentikanlah,” ujarnya.
Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengatakan bahwa sebanyak 6 orang diduga anggota FPI tewas ditembak petugas lantaran menyerang aparat di kawasan Tol Jakarta-Cikampek dengan menggunakan senjata api.
“Ketika anggota mengikuti kendaran yang diduga adalah pengikut Rizieq petugas dipepet kemudian diserang menggunakan senjata api,” ujar Fadli.
“Anggota yang terancam keselamatan jiwanya karena diserang kemudian melakukan tindakan tegas terukur terhadap kelompok yang diduga pengikut MRS. Meninggal dunia sebanyak 6 orang,” tambahnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
