Setelah Bachtiar Nasir, Giliran Eggi Sudjana Ditetapkan Tersangka

Terkini.id, Jakarta – Pendiri Front Pembela Islam (FPI) yang juga Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Eggi Sudjana, ditetapkan tersangka dugaan makar oleh Polda Metro Jaya.
Penetapan tersangka Eggy Sudjana tersebut berdasarkan surat pemanggilan Eggi sebagai tersangka yang dikeluarkan Polda Metro Jaya.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono sudah membenarkan soal status tersangka Eggi tersebut.

“Betul sebagai tersangka,” kata Argo seperti dilansir dari vivanews.com, Kamis 9 Mei 2019.

Dalam surat bernomor S.Pgl/3782/V/2019/Ditreskrimum tersebut, Eggi menyatakan dirinya diminta datang untuk diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik pada 13 Mei 2019 pukul 10.00 WIB.

Adapun dalam surat tersebut disebutkan penetapan tersangka Eggi setelah proses gelar perkara pada 7 Mei kemarin dengan kecukupan alat bukti seperti enam keterangan saksi, empat keterangan ahli, beberapa dokumen, petunjuk dan kesesuaian alat bukti.

Menarik untuk Anda:

Sebelumnya, saat menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada 26 April 2019, Eggi Sudjana menegaskan people power yang dikatakannya tak memiliki keterkaitan dengan dugaan tindakan makar tersebut.

“Dalam kesempatan ini saya ingin lebih tegaskan lebih dahulu bahwa statement yang saya terkait dengan people power harus dipahami oleh masyarakat luas tidak ada kaitannya dengan makar,” kata Eggi sebelum jalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jumat, 26 April 2019.

Dia mengungkapkan ucapannya terkait people power tak berikaitan dengan upaya akar atau melawan pemerintahan yang sah. Namun, ia menyinggung people power itu konsekuensi dari dugaan kecurangan pemilu.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Tak Cuma Tambah Gaji Rp600.000, Pemerintah Juga Akan Bagikan Beras 15 Kg

Geger Anak SMA Bunuh Pacarnya Usai Berhubungan Badan, Jasad Dimasukkan ke Karung

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar