Terkini.id, Jakarta – Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo tampak murka lantaran diaroma Soeharto menumpas PKI yang dipajang di markas Kostrad hilang.
Lantaran jejak Soeharto tumpas PKI mendadak hilang, Gatot Nurmantyo pun menilai TNI saat ini kemungkinan sudah disusupi paham komunis.
Pernyataan itu disampaikan Gatot menyusul dugaan hilangnya diorama sejumlah tokoh penupasan G30S PKI di Museum Dharma Bhakti Markas Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) di kawasan Gambir Jakarta Pusat.
Terkait hal itu, Gatot menampilkan sebuah video pendek yang menggambarkan hilangnya sejumlah bukti-bukti penumpasan G30S/PKI oleh Soeharto di Museum Dharma Bhakti Markas Kostrad.
Menurutnya, barang-barang terkait jejak Soeharto yang dihilangkan di museum itu yakni berkaitan dengan peristiwa penumpasan komunisme di Tanah Air di era Orde Lama.
- Tanggapi Foto Syur Gatot, Roy Suryo Malah Ditantang Potong Telinga
- Tanggapi Pernyataan AY Nasution, Gatot: Mau Mati kek Patung Itu Tak Boleh Diambil
- Dimaki Soal PKI, Gatot: Yang Penting September Aman dari Komunis
- Gatot Teriak PKI, Ferdinand: Dia Takut Hilang dari Peredaran Politik
- Gatot Menuding Masuknya Pengaruh Komunis, Dudung : Tudingan Tersebut Telah Menyudutkan Institusi TNI
“Bukti nyata jurang kehancuran itu adalah persis di depan mata, baru saja terjadi adalah Museum Kostrad, betapa diorama yang ada di Makostrad, dalam Makostrad ada bangunan, bangunan itu adalah kantor tempatnya Pak Harto (Soeharto) dulu, di situ direncanakan gimana mengatasi pemberontakan G30SPKI di mana Pak Harto sedang memberikan petunjuk ke Pak Sarwo Edhie sebagai Komandan Resimen Parako dibantu oleh KKO,” ujar Gatot Nurmantyo.
Hal itu dibeberkan Gatot Nurmantyo saat menghadiri acara webinar berjudul ‘TNI vs PKI’, Senin 27 September 2021.
“Ini tunjukkan bahwa mau tidak mau kita harus akui, dalam menghadapi pemberontakan G30SPKI, peran Kostrad, peran sosok Soeharto, peran Kopassus yang dulu Resimen Para Komando dan Sarwo Edhie, dan peran Jenderal Nasution, peran KKO jelas akan dihapuskan dan (tiga) patung itu sekarang tidak ada, sudah bersih,” tutur Gatot.
Mengutip Hops.id, Gatot mengetahui diaroma jejak Soeharto menumpas PKI hilang berdasarkan informasi dari utusan yang ia kirim ke Museum Makostrad.
Mulanya, kata Gatot, dirinya tidak percaya dengan kabar hilangnya diorama (patung) sejarah penumpasan G30S/PKI di Museum Dharma Bhakti.
Untuk memastikan kabar tersebut, Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itu akhirnya memerintahkan seseorang untuk mencari bukti perihal kondisi diorama di Musem Dharma Bhakti.
“Saya tadinya tidak percaya tapi saya utus seseorang yang tidak bisa saya sebutkan di sana dan memfoto ruangan itu dan dapatkan foto dari video itu yang terakhir sudah kosong,” kata Gatot.
Maka dari itu, Gatot Nurmantyo menilai peristiwa hilangnya diaroma Soeharto tumpas PKI di Museum Kostrad tersebut menandakan bahwa TNI saat ini sudah disusupi Komunis.
“Maka saya katakan ini kemungkinan sudah ada penyusupan paham-paham kiri, paham-paham komunis di tubuh TNI,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
