MAKASSAR, Terkini.id — Jalanan yang lebih kering dan berdebu menjadi pemandangan yang lazim saat musim kemarau.
Bagi pengendara sepeda motor, kondisi tersebut bukan sekadar persoalan kenyamanan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko kotornya sejumlah komponen kendaraan.
Instruktur Teknisi Astra Motor Sulawesi Selatan, Abdul Kadir Hasan, mengatakan debu di jalan pada musim kemarau cenderung lebih ringan sehingga mudah beterbangan dan masuk ke berbagai bagian sepeda motor.
“Biasanya di musim kemarau, debu-debu yang ada di jalan menjadi sangat ringan sehingga dengan mudah diterbangkan oleh angin. Selain debu, tingkat panas juga akan bertambah dan dapat berpengaruh pada komponen,” ujar Abdul Kadir Hasan.
Menurut Abdul Kadir, salah satu komponen yang perlu mendapat perhatian lebih adalah saringan udara.
- KPPU Dorong Persaingan Usaha Sehat dan Kemitraan Setara di Maluku
- Pelindo Regional 4 Perkuat Sinergi Stakeholder Bahas Transformasi dan Streamlining
- Wakil Walikota Makassar Aliyah Sambut Dubes Swiss, Buka Peluang Kolaborasi
- Dorong Generasi Qur'ani di Desa, LAZ Hadji Kalla Gelar Tahfidz Camp
- LPS Road Show Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Donor Darah di 5 Kabupaten-Kota Sulawesi Selatan
Paparan debu yang tinggi membuat saringan udara berpotensi lebih cepat kotor dibandingkan kondisi normal.
Saringan udara yang kotor perlu segera diperiksa dan dirawat sesuai ketentuan perawatan kendaraan.
Hal ini penting karena komponen tersebut berperan dalam menyaring udara yang masuk ke sistem mesin.
Selain saringan udara, debu juga perlu diwaspadai pada bagian sokbreker depan, terutama area oil seal.
“Oil seal sokbreker depan menjadi mudah aus jika debu yang menempel tetap dibiarkan dalam waktu yang lama. Bahkan, dapat merusak pipa sokbreker akibat gesekan debu dengan oil seal,” jelasnya.
Karena itu, pengendara disarankan tidak hanya mencuci bodi sepeda motor, tetapi juga memperhatikan bagian-bagian yang rentan menjadi tempat menempelnya debu.
Pemeriksaan secara berkala menjadi langkah sederhana untuk mendeteksi lebih awal apabila terdapat kotoran, kebocoran atau tanda-tanda keausan pada komponen.
Kondisi ban juga tidak boleh luput dari perhatian. Pengendara perlu memastikan tekanan angin ban berada sesuai standar kendaraan.
Saat musim kemarau, permukaan aspal yang lebih panas dapat menambah temperatur ban. Jika kondisi tersebut dibarengi tekanan angin yang tidak sesuai, keausan ban dapat terjadi lebih cepat.
Bagi pengendara yang menggunakan sepeda motor sebagai kendaraan harian, pemeriksaan sederhana sebelum berkendara menjadi kebiasaan penting. Terlebih bagi mereka yang setiap hari melewati jalan dengan tingkat paparan debu tinggi.
Dengan menjaga kebersihan komponen dan melakukan pemeriksaan berkala sesuai standar, pengendara dapat membantu mempertahankan kondisi sepeda motor tetap optimal selama menghadapi kondisi jalan dan cuaca musim kemarau.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
