Terkini.id, Jakarta – Direktur Gerakan Perubahan Muslim Arbi belum lama ini menyoroti kebijakan Presiden Jokowi terkait produk Impor yang kian menjadi perbincangan.
Muslim Arbi menilai bahwa Presiden Joko Widodo tidak seharusnya marah ke menteri.
Penilaian ini disampaikan Muslim Arbi menanggapi pernyataan Presiden Jokowi yang kesal karena masih banyak kementerian yang mengimpor barang dibanding menggunakan produk dalam negeri.
“Jokowi heran Indonesia masih banyak pakai produk impor, kayaknya Jokowi lupa janji pilpresnya sejak 8 tahun lalu. Dan Jokowi sendiri yang ingkar janji, stop impor. Tapi justru membiarkan kran impor terus mengalir,” ujarnya.
Selain dari itu, diketahui pula bahwa Muslim juga sempat menyebutkan permintaan mengenai mengurai sejumlah sandiwara Presiden Jokowi yang ujungnya tidak sesuai dengan harapan rakyat Indonesia.
- Usai Dilantik Presiden Jokowi, Kepala BPOM Taruna Ikrar Langsung Tancap Gas
- Putri Mantan Bupati Bantaeng Sambut Presiden Jokowi
- Kunjungi Desa Layoa, Presiden Jokowi Jalan di Atas Slag Nikel Huadi Group
- Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Pamukkulu di Kabupaten Takalar
- Presiden Jokowi Makan Siang di RM Aroma Laut Bantaeng
“Jokowi berpose di sawah, beras diimpor. Jokowi berpose di tepi pantai, garam diimpor. Jokowi ekspor mobil, tapi punya asing. Dan mobil Esemka cuma untuk dongkrak citra doang. Jadi capek lihat sandiwara itu terus menerus,” tegasnya.
Contoh-contoh tersebut merupakan bukti kegagalan Jokowi sendiri sebagai pemimpin Indonesia. Apalagi tegas Jokowi mengatakan bahwa tidak ada visi dan misi menteri, yang ada adalah visi dan misi presiden.
“Jadi tidak perlu marah dan salahkan menterinya. Kesalahan menteri itu kesalahan presiden,” pungkas Muslim.
Seperti yang diketahui sebelumnya, Presiden Jokowi mengungkapkan krtitikan terhadap Menkes dan Mentan soal instansi pemerintah yang masih membelanjakan anggaran untuk produk impor.
Hal tersebut disampaikan Jokowi saat dalam Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia di Bali.
“Bodoh banget kita ini,” katanya.
Jokowi pun menyinggung sejumlah produk yang masih diimpor oleh instansi, salah satunya CCTV.
“Apa-apaan ini. Dipikir kita bukan negara yang maju, membuat CCTV saja beli impor,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
