Muzayyin Arif: Pendidikan Inklusi Hapus Diskriminasi Dalam Bidang Pendidikan

Terkini.id — Wakil Ketua DPRD Sulsel, Muzayyin Arif menerima kunjungan audiensi dari Ikatan Guru Pendidikan Khusus Indonesia (IGPKh) di ruang kerjanya, Jumat 31 Januari 2020. 

Pengurus IGPKh menyambangi kantor DPRD Sulsel dalam rangka menyambut Milad ke 3  dan rakornas yang akan dipusatkan di Makassar.  

Sebagai tuan rumah IGPKh Sulsel berupaya maksimal menyukseskan kegiatan ini dan berharap dukungan penuh dari pemerintah provinsi Sulsel dan DPRD Sulsel. 

Baca Juga: Bersama DPRD Tandatangani Ranperda Perubahan APBD, Plt Gubernur Sulsel: Ini...

Ketua Panitia Acara Milad dan Rakornas, Nurniati mengatakan, bahwa pihaknya tengah memperjuangkan pendidikan inklusi di Indonesia, khusus di Sulsel.

“Jumlah sekolah luar biasa mencapai 85 berbagai jenjang, dan kami bersyukur DPRD Sulsel memberi perhatian besar pada pendidikan inklusi ini,” kata Nurniati.

Baca Juga: DPRD dan Pemprov Sulsel Sepakati Ranperda APBD Perubahan 2021

Sementara itu, Muzayyin mengungkapkan, keberadaan IGPKh Indonesia ini mampu mengawal perkembangan pendidikan inklusi di Sulsel.

“Kita berharap pendidikan inklusi makin baik, setiap warga negara dengan semua kondisi harus memperoleh pendidikan sebagai hak dasar yang dijamin dalam konstitusi,” Jelas Muzayyin.

Muzayyin mengatakan akan mendorong pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan di Sulsel, termasuk perhatian pemerintah pada sekolah yang mengelola anak berkebutuhan khusus. 

Baca Juga: DPRD dan Pemprov Sulsel Sepakati Ranperda APBD Perubahan 2021

Pendidikan inklusi sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Jelas menyatakan bahwa pendidikan bagi para penyadang disabilitas adalah kewajiban pemerintah dan pemerintah daerah.

Saat ini di Sulsel, Pendidikan inklusi telah diatur dalam Pergub nomor 5 tahun 2016. Peraturan ini berbicara tentang Perlindungan dan Pelayanan Bagi Penyandang Disabilitas.

Secara nasional, dari data Dapodik Kemendikbud menyebut terdapat sebanyak 91.000 anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusif. Sementara itu di Sulsel terdapat sekitar 574 sekolah inklusi yang ada di Sulsel.

Bagikan