Naharuddin Beri Penanganan Mental pada Warga Korban Gempa Ambon

Foto: Dai Tangguh BMH Ambon ustadz Naharuddin yang sedang tausiyah di tenda pengungsi gempa di Ambon/dokumenBMH

Terkini.id, Makassar- Gempa Ambon dengan kekuatan 6,8 SR sejak 26 September 2019 yang mengakibatkan banyak bangunan runtuh dan hingga masyarakatpun harus mengungsi.

Masyarakat yang mengungsi ditenda-tenda yang telah disediakan oleh pihak-pihak yang peduli bencana, Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) salah satunya yang memberikat bantuan kepada korban gempa Ambon baik materil maupun penanganan mental. Jumat, 4 Oktober 2019.

Dalam menangani mental korban gempa BMH menggandeng Da’i dalam membantu masyarakat yang terlihat trauma atas kejadian gempa bumi yang dialaminya.

Dalam rilisnya Kepala BMH perwakilan Maluku Ali Ikrom Tihurua mengatakan, Hal ini mendorong (BMH) menggandeng Dai tangguh dalam membantu para korban gempa bumi di Ambon, masyarakat terlihat sangat terpukul dengan kondisi yang ada. Maka sejak Jumat, 27 September 2019 sampai sekarang Dai tangguh BMH, Ustaz Naharuddin terus mendatangi masyarakat dari tenda ke tenda.

“Setiap hari Ustaz Naharuddin bergantian memberikan tausiyah di tenda-tenda pengungsi. Antara lain, tenda pengungsian warga Dusun Walare dan pengungsian Desa Negeri Liang, kedua desa itu ada di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah,” tuturnya.

Melalui via Massager Ustaz Naharuddin mengatakan, setiap hari gempa susulan terus datang kalau bisa di hitung 50 kali dalam sehari dari BMKG selama 8 hari ini sudah terjadi 900 kali gempa susulan.

Naharuddin juga mengatakan, Kenapa orang kena musibah diberi tausiyah? Supaya masyarakat ini tidak hanya mendapatkan bantuan lahir saja, tetapi juga batin. Kita berharap, semoga dengan musibah ini, masyarakat tetap kuat dan menjadikan mereka tambah dekat kepada Allah SWT.

“Saya hanya membantu penanganan mental mereka,” Tambahnya.

Warga yang mendengarkan tausyiah ustaz Nahasruddin mengaku bersyukur adanya program BMH yang membantu warga tidak hanya berupa bantuan materil, tetapi juga spiritual.

BMH berharap dengan adanya program ini masyarakat lebih kuat dalam menghadapi musibah ini.

Berita Terkait