Naskah ‘La Tindro’ Antarkan JBSI FBS UNM Juara di FTMI Se-Sulselbar

FBS UNM
Naskah 'La Tindro' Antarkan JBSI FBS UNM Juara di FTMI Se-Sulselbar

Terkini.id, Makassar – Bengkel Sastra (Bestra) Dewan Mahasiswa (Dema) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) berhasil menorehkan prestasi menjadi juara dan sutradara terbaik pada ajang Festival Teater Mahasiswa Indonesia (FTMI) XV 2019 se Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) yang digelar di Kota Palopo.

Naskah “La Tindro” tersebut digagas oleh angkatan 2015 anggota Bestra JBSI FBS UNM, Rostan Yuniardi, sehingga dinobatkan menjadi Sutradara terbaik pada ajang tersebut, dan berhasil mengantarkan Bestra JBSI FBS UNM menjadi juara terbaik dalam ajang tersebut.

Diketahui, Bestra JBSI FBS UNM selama tiga tahun terakhir berhasil membawa nama UNM sebagai juara terbaik dalam ajang tersebut.

Penghargaan sebagai Sutradara terbaik pada tahun ini bukanlah yang pertama kalinya diraih Rostan Yuniardi.

Penghargaan yang disabet mahasiswa asal Soppeng ini menjadi yang kedua kalinya setelah pada tahun sebelumnya mengangkat judul “kulawarga” juga berhasil menjadi yang terbaik pada ajang FTMI ke XIV.

Rostan Yuniardi mengatakan, dirinya mengangkat judul naskah tersebut, tidak lain bagaimana membentuk opini terkait makna dari judul itupun yang bermakna lebih baik tidur saja, dari pada bangun tidak benar-benar hidup, bermanfaatlah bagi sesama.

“Kita memiliki makna tersendiri dari judul naskah yang kita angkat dalam ajang tersebut, dan ini bagian dari motivasi bagi masyarakat dalam berbuat untuk kepentingan orang banyak,” ungkapnya.

Rostan mengaku, jika dirinya berkesan dengan penghargaan yang diraihnya dalam ajang tersebut.

“Kesannya pastinya saya merasa bangga, karena pada tahun kemarin memang membawa bestra juara dengan naskah sendiri tapi tidak memenangkan nominasi sutradara terbaik, nah tahun ini baru bisa terbayar mendapatkan juara dan sutradara terbaik,” ungkapnya.

Diapun mengaku, jika selama proses tersebut memang mengalami beberapa kendala, namun kemudian itu bisa diatasi dengan baik, khususnya kendala yang terjadi pada aktor yang mengalami gangguan kesehatan.

“Sebelum kami berangkat sempat terjadi kendala yang cukup serius, karena salah satu aktor kami, yakni Marwah masuk Rumah Sakit, bahkan beberapa lainnya juga sempat sakit sehingga terkendala pada porsir latihan, namun itu kita lalui bersama,” terang Rostan.

Mahasiswa angkatan 2015 ini berpesan kepada anggota Bestra agar tetap semangat dalam berproses.

“Mau juara atau tidak tetaplah menghargai proses teater, sebab teater adalah ilmu kehidupan. Kemenangan sebenarnya terletak di proses, proses teater yang membentuk seseorang lebih militan, menghargai sesama, dan tak meremehkan hal hal kecil sebab hasil hanya bonus, proses yang terpenting,” pesannya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini