Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Denny Siregar menanggapi soal kabar Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai yang saat ini resmi dipolisikan terkait dugaan penghinaan terhadap suku Jawa dan Minang.
Lewat cuitannya di Twitter, Senin 1 Februari 2021, Denny Siregar mengungkapkan bahwa Natalius Pigai saat inu dilaporkan terkait dua kasus tersebut.
“Nah kan? Sekarang NataliusPigai2 kena 2 kasus. Habis kasus hina suku Jawa, yang terbaru suku Minang,” cuit Denny Siregar.
Menurut Denny, pelaporan terhadap Natalius tersebut lantaran aktivis kemanusiaan asal Papua itu kerap melaporkan sejumlah pihak ke polisi.
“Makanya jangan suka maen lapor-laporan. Dilaporin balik, gemetar kaki,” tuturnya.
- Siap-siap! Polresta Beri Sinyal Tetapkan Tersangka Baru Kasus Pungli Perizinan di Pemkab Gowa
- BOD Safety Walkdown Perkuat Budaya Keselamatan, PLN UID Sulselrabar Resmikan HSSE Control Center
- Mahasiswa KKN Unhas Dampingi 15 UMKM Miliki Identitas Digital melalui Google Maps di Desa Bontomanai
- Pemkab Bulukumba Dukung Aspirasi Pemanfaatan Lahan Eks HGU Lonsum untuk Kepentingan Masyarakat
- 10 Ribu Muslimah Ramaikan Salam Indonesia di Makassar, Wali Kota Soroti Pentingnya Ketahanan Keluarga dan Ekonomi
Dalam cuitannya itu, Denny Siregar juga membagikan sebuah link artikel pemberitaan berjudul “Natalius Pigai Dilaporkan ke Polisi karena Kasus Rasisme” yang tayang di situs Republika.co.id pada Senin 1 Februari 2021.
Dalam isi artikel pemberitaan itu disebutkan, Tokoh Papua sekaligus pegiat Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait dugaan kasus rasisme, yang dianggap telah menghina suku Jawa dan suku Padang.
Pelaporan tersebut dilakukan oleh beberapa organisasi masyarakat (ormas), DPP Pemuda Pelajar Mitra Kamtibmas (PPMK), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan perwakilan orang Minang.
“Sengaja ke Bareskrim memberikan laporan terkait pernyataan Pigai di media sosial yang bisa berpotensi merusak kebhinekaan kita sebagai bangsa Indonesia. Di mana Pigai mengatakan bahwa suku lain selain suku Jawa adalah budak,” ucap Aznil Tan, yang mengklaim sebagai perwakilan Putra Minang.
Lebih lanjut, Aznil menyebut pernyataan Natalius Pigai yang disoroti salah satunya ujaran yang berbunyi ‘Supaya tirani mayoritas Jawa ini tidak menyebabkan musuh bersama dari luar Jawa’.
Natalius, kata Aznil, juga dinilai melakukan ujaran kebencian dengan menyebut selain suku Jawa adalah budak. Dia menganggap bahwa pernyataan Natalius Pigai terkait tirani tersebut adalah berita bohong atau hoaks.
“Lalu 74 tahun (Indonesia) merdeka presiden dan wakil presiden mayoritas orang Jawa, itu bohong semua,” ujar Aznil.
Sebelumnya, Natalius Pigai lewat tayangan videonya di kanal Youtube Macan Idealis mengkritik sistem politik di Indonesia yang seakan mengharuskan presiden dan wakil presiden berasal dari Pulau Jawa.
Dalam video itu, Natalius Pigai mempertanyakan status dari orang yang berasal dari luar Pulau Jawa di mata negara.
“Presiden satu daerah, satu pulau, wakil presiden satu pulau, terus sekarang yang berasal dari luar pulau itu apa? Babu gitu? Sampai kapan mau jadi babu?,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
