Terkini, Makassar – Pengusutan dugaan pungutan liar (pungli), gratifikasi hingga Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam proses perizinan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) di Kabupaten Gowa dituding melanggar prosedur.
Usai penyitaan rumah mewah dan sejumlah dokumen tanah yang dikaitkan dengan perkara tersebut, proses penyidikan Unit Tipidkor Polresta Gowa kini dipersoalkan saksi.
Salah seorang saksi, Hardianto Rachim alias Opa, mengaku mengalami tekanan hingga trauma setelah menjalani serangkaian pemeriksaan.
Hal itu disampaikan Opa dalam konferensi pers bersama Tim Kuasa Hukum Husniah Talenrang dan Adi Bintang di Makassar, Selasa 8 September 2026 malam.
Opa mengungkapkan, persoalan bermula ketika kediamannya digeledah sejumlah anggota Unit Tipidkor Polres Gowa pada Senin 10 Agustus 2026. Sejumlah barang pribadi, termasuk telepon seluler dan buku rekening bank, disebut turut diamankan.
- Frederik Kalalembang Tegaskan Pesan AHY: Bukan Bicara 2029, tapi Menjawab Amanah Rakyat 2024
- BBM dan LPG 3 Kg Bermasalah, Ketua DPRD Sulsel Bawa Sejumlah Anggota Datangi Pertamina
- Wali Kota Appi Serukan OPD Bergerak: 12.939 Jiwa di Makassar Sudah Terima Bantuan Air Bersih
- Honda Bikers Day 2026 Hadir di Makassar, Bawa Semangat Brotherhood Lintas Generasi
- Honda CT125 Hadir dengan Warna Baru Matte Fresco Brown, Makin Ikonik
Menurut Opa, petugas sempat menunjukkan surat perintah penggeledahan, namun ia mengaku tidak diberi kesempatan untuk membaca dokumen tersebut secara jelas.
“Mereka datang pakai rompi Tipidkor Polres Gowa. Sempat disodorkan surat, tapi tidak sempat saya baca karena langsung ditutup. Mereka masuk, ambil ponsel, dan membongkar rumah mencari rekening,” ungkapnya.
Tekanan, menurut Opa, berlanjut ketika dirinya dibawa ke Polres Gowa untuk menjalani pemeriksaan. Ia mengaku semakin ketakutan setelah penyidik mengaitkan namanya dengan putrinya saat menemukan sebuah slip pembayaran.
“Penyidik sempat bilang, ‘Wah, bisa anakmu masuk juga ini di sini.’ Di situ saya langsung gemetar dan ketakutan luar biasa. Pikiran saya blank. Yang ada di pikiran saya cuma bagaimana caranya menyelamatkan anak-anak saya,” tuturnya.
Mengaku Diperiksa di Bawah Pohon
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
