Negara di Timur Tengah Ini Sebut Wabah Virus Corona Diciptakan oleh AS

Timur Tengah
Petugas medis corona di Timur Tengah. (Foto: Tempo)

Terkini.id, Jakarta – Penyebaran wabah virus corona (COVID-19) kini menjadi perhatian masyarakat dunia, tak terkecuali warga di negara-negara timur tengah, temasuk Yaman.

Menanggapi wabah virus tersebut, Kepala Komite Revolusi Gerakan Ansarullah di Yaman, Mohammad Ali al-Houthi menyebut wabah virus corona sebagai ulah dan buatan Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari Liputan Islam, Selasa, 17 Maret 2020, Al-Houthi menyindir pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi dengan pernyataan bahwa pihak yang membunuh rakyat dengan senjata tidak akan segan-segan menebar kematian di tengah bangsa Yaman dengan cara paling praktis dan hemat biaya berupa penyebaran wabah penyakit.

“AS, Saudi, Uni Emirat Arab, dan para sekutu mereka bertanggungjawab atas hasil-hasil yang sudah pernah dijelaskan, selain atas agresi dan blokade di mana AS bukan saja menolak penghentiannya melainkan juga bahkan menyerukan penyetopan bantuan kemanusiaan,” ujar al-Houthi dalam sebuah pernyataan resminya pada Senin, 16 Maret 2020.

Selain itu, dalam pernyataannya ia juga menegaskan bahwa AS bertanggungjawab atas menyebarnya Covid-19 di Yaman, termasuk karena mereka sengaja tidak melakukan tindakan apapun untuk pencegahan wabah corona.

Menarik untuk Anda:

“Negara-negara agresor itu sengaja tidak melakukan langkah pencegahan, tindakan darurat, isolasi, dan apapun di berbagai kawasan yang mereka duduki, seolah tak ada wabah bernama corona yang sedang melanda dunia,” ungkap Ali al-Houthi.

“Kami menganggap AS dan para sekutunya bertanggungjawab atas segala keadaan di Yaman karena merekalah yang menguasai udara serta pintu-pintu laut dan darat, dan bertanggungjawab atas tidak adanya tindakan,” tambahnya.

Ali al-Houthi juga menyerukan kepada seluruh warga Yaman untuk bersukarela membangun tempat-tempat isolasi kesehatan di pintu-pintu perbatasan tanpa menunggu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dimana sampai saat ini WHO belum memberikan apapun untuk memenuhi kebutuhan ini meskipun pihaknya sudah menyampaikan hal itu.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Beda Prancis, Rusia Larang Media Terbitkan Karikatur yang Menghina Agama

Hasil Poling, Biden Menang Debat Lawan Trump Usai Menang Elektabilitas

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar