Terkini.id, Jakarta – Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengungkapkan, usaha untuk mendatangkan alat polymerase chain reaction ( PCR) atau alat tes swab untuk Covid-19 ke Indonesia tak mudah.
Seperti diketahui, selain rapid test, pasien atau OPD corona juga dites dengan alat PCR yang hasilnya lebih akurat.
Kata Arya Sinulingga, saat ini negara-negara lainnya juga tengah mencari alat PCSR untuk menangani penyebaran corona di negaranya masing-masing.
“Kita tahu saat ini di dunia, hampir semua negara ‘bertempur’ mencari alat, obat, bahan baku, dan PCR tentu yang paling banyak dicari karena bisa mengetahui positif atau tidak,” ujar Arya lewat keterangan tertulisnya, Rabu 8 April 2020.
Menurut Arya, alat PCR mempunyai tingkat presisi yang jauh lebih akurat untuk mendeteksi virus corona. Diharapkan, dengan adanya alat tersebut dapat membantu percepatan pendataan masyarakat yang positif terpapar virus corona.
- Borong Prestasi di OSN-K 2026, Empat Murid SMAN 13 Bulukumba Lolos ke Tingkat Provinsi
- Dosen Unismuh Makassar Perkuat Kompetensi Pragmatik Pendidik lewat PKM Internasional Bersama Isabela State University Filipina
- Dugaan Pemalsuan KK untuk Ambil BLT Kesra Meluas ke Sejumlah Desa di Tamalatea Jeneponto
- Wujudkan Generasi Sehat, Pegadaian Kanwil VI SulSelBarRa Maluku Gelar Khitanan Massal Gratis untuk 130 Anak
- Dirgahayu Yonif 726 Tamalatea, Kapolres Jeneponto Tegaskan Sinergitas TNI Polri Tak Pernah Layu
Saat ini, telah didatangkan alat RNA Extractor Automatic dengan total kapasitas 1.000 spesimen per hari yang sudah berada di Indonesia.
Dengan demikian, satu alat memiliki kapasitas 500 spesimen per hari. Selain itu, kata dia, BUMN juga telah mendatangkan 18 lightcycle untuk detector PCR dengan kapasitas 500 tes per hari.
“Dengan alat ini kalau sudah terinstal (semua) maka satu hari akan bisa mencapai 9 ribu sampai 10 ribu tes per hari. Kecepatan mengetahui positif atau negatif juga sangat tinggi,” kata Arya dikutip dari detikcom.
KemenBUMN Distribusikan 18 PCR ke Sejumlah Provinsi
Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, pihaknya akan mendistribusikan 18 unit polymerase chain reaction (PCR) atau alat tes swab untuk Covid-19 ke beberapa provinsi di Indonesia.
Alat tersebut didatangkan dari perusahaan farmasi Roche, Swiss. “Yang satu ini diujicoba dulu di sini (RS Pertamina Jaya). Tujuh belas lagi nanti akan didistribusikan bersama Gugus Tugas Penanganan Korona ke sejumlah daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, hingga Papua,” ujar Erick dalam keterangan tertulisnya, Rabu 8 April 2020.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
