Masuk

Netizen ini Sebut ‘Dewa Kipas’ Bak Mualaf-Mualaf Seperti Yahya Waloni dan Felix Siauw, Kenapa?

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Beberapa hari ini publik cukup ramai membicarakan perihal Dewa Kipas alias Pak Dadang Subur yang duel catur melawan Irene Sukandar digelar oleh Deddy Corbuzier.

Selain netizen Indonesia, diketahui bahwa rupanya pertandingan itu juga mendapat perhatian khusus dari publik nasional maupun internasional.

Bagaimana tidak? Jumlah penonton siaran langsung duel Irene Sukandar versus Dadang Subur mencapai 1,25 juta pada titik tertinggi (peak viewers).

Baca Juga: Tertawai Yahya Waloni Mualaf, Pendeta Saifudin: Apes Lu Masuk Penjara

Jumlah itu terhitung fantastis sehingga disorot oleh Federasi Catur Dunia (FIDE) langsung.

Jumlah ini jauh melebihi angka peak viewership untuk seorang penyiar catur di layanan video Twitch yang berada di angka 139.185 (berdasarkan TwitchMetrics).

Sementara itu, Gotham Chess yang berperan di balik viralnya Dewa Kipas hanya mencapai 28.659 penonton pada jumlah tertinggi.

Baca Juga: Ngaku Pernah Diracun, Yahya Waloni: Hidung-Kuping Berdarah tapi Tak Mati, Pelaku Masuk Islam!

Rata-rata, pria bernama asli Levy Rozman itu mengumpulkan 12.636 penonton setiap melakukan siaran via Twitch.

Menanggapi ramainya pemberitaan Dadang Subur, Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) melalui Ketua Bidang Pembinaan Prestasi, yakni Kristianus Liem, turut memberikan pendapatnya.

Menurut Kristianus, Dadang Subur tidaklah memiliki banyak hal yang diperlukan untuk menjadi seorang pecatur top. 

“Secara keseluruhan, Dadang memang bisa bermain catur, tetapi sama sekali tidak menguasai teori, filosofi, taktik, dan strategi catur,” tuturnya pada artikel Membedah Permainan ”Dewa Kipas”, dikutip terkini.id dari Bola Sport melansir Kompas.

Baca Juga: Nyanyi Lagu Indonesia Raya, Netizen Soroti Mulut Felix Siauw yang Diam

“Dadang tidak bisa keluar sejak pembukaan dengan bebas dan kalah sebelum middle game berlanjut.”

Selain itu, ia juga menyinggung perihal akurasi Dewa Kipas alias Dadang Subur yang dinilai buruk sepanjang laga.

Bahkan Heri Darmanto, ahli teknologi informasi di PB Percasi, mengutarakan laman Info Catur bahwasanya akurasi langkah Dadang Subur pada ketiga laga tersebut hanya 33,8 persen; 27,7 persen, dan terakhir 95,3 persen.

Angka tersebut jauh dari persentase akurasi langkah Dewa Kipas di Chess.com, terutama pada periode 22 Februari sampai 2 Maret 2021 yang konsisten mencapai 90 hingga 99 persen.

Terlebih jika dibandingkan dengan akurasi WGM Irene yang 92,5 persen; 93,3 persen; dan 97,4 persen.

“Akurasinya buruk dan dengan permainan seperti itu, rasanya sulit mencapai rata-rata akurasi di atas 90 persen, seperti yang dicapainya di Chess.com pada 22 Februari sampai 2 Maret,” ujar Kristianus.

“Alasannya, tidak biasa main catur cepat 10 menit juga terasa janggal karena dia selalu bermain catur cepat 10 menit di Chess.com.”

Menurut data PB Percasi, Dewa Kipas tercatat bermain 369 gim di Chess.com dalam kurun waktu 11 Februari sampai 2 Maret 2021.

Dari 369 gim, Dewa Kipas memainkan total 333 pertandingan dengan format waktu berpikir 10 menit atau rapid chess.

“Jadi, Irene Sukandar telah mengalahkan Dewa Kipas 3-0. Akurasi dia (Dewa Kipas) kurang dari 40 persen dalam pertandingan ini,” tulis Levy Rozman melalui akun Twitter @GothamChess.

“Lebih dari satu juta orang menyaksikan duel ini. Kabar baiknya: Catur bisa lebih populer. Orang yang bermain curang juga akan ketahuan,” lanjutnya.

“Kabar buruknya: dia (Dewa Kipas) memenangi 7.000 dollar (Rp 100 juta), dipanggil pemberani dan tidak akan mengakui kebenaran,” pungkasnya.

Menanggapi pemberitaan tersebut, beragam komentar pun dilayangkan oleh para netizen. Salah satunya bahkan membandingkan Dadang Subur dengan Yahya Waloni dan Felix Siauw.

“Dewa Kipas ini bagaikan mualaf-mualaf Yahya Waloni dan Felix Siauw yang merasa “lebih ulama daripada ulama”. Dewa Kipas pun kena batunya ketika kopi darat dengan pecatur beneran. Bagaimana bila Yahya Waloni dan Felix Siauw di musabaqohkan dengan ulama beneran?” tulis akun tersebut, dikutip terkini.id via Twitter pada Sabtu, 27 Maret 2021.

Sang netizen menyiratkan bahwa Dadang Subur kemungkinan seorang “pemula” yang diumpamakan seperti “mualaf”, tetapi sudah gembor sana-sini layaknya seorang pro.