Pendeta Albertus Tentang Yahya Waloni: Punya Masalah Psikologis dan Luka Batin, Pernah Ditolak

Terkini.id, Jakarta – Pendeta Dr. Albertus Pati, Ketua Persatuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) memberikan komentar terkait Yahya Waloni yang belakangan ini semakin disoroti karena pernyataan-pernyataan kontroversialnya. Menurut Pendeta Albertus, Yahya Waloni punya permasalahan psikologis dan luka batin.

“Yang pasti, dia punya persoalan dengan secara psikologis dengan dirinya sendiri. Mungkin karena pernah ditolak,” ucap Albertus dalam video yang diunggah RKN Media pada Selasa, 2 Maret 2021.

Ia memberikan pernyataan tersebut saat ditanya soal pengetahuan Yahya Waloni terkait Kitab Suci Injil.

Baca Juga: Mengaku Bukan Mualaf, Yahya Waloni: Islam yang Masuk ke Saya

Menurut Albertus, orang yang tidak punya luka batin ataupun persoalan psikologis tidak akan suka mencari-cari kejelekan orang lain.

“Orang yang seperti itu yang cuma mencari-cari kesalahan orang lain atau mencari kesalahan tempat lain kan punya persoalan ada luka batin kan dalam dirinya yah,” ujarnya.

Baca Juga: Marah Disuguhi Air Putih Saat Ceramah, Yahya Waloni: Minuman Penyakitan

“Jadi kalau orang yang nggak punya persoalan, nggak punya luka batin, mungkin dia nggak akan pusing-pusing nyari kesalahan orang lain,” lanjutnya lagi.

Pendeta Albertus juga menyampaikan bahwa mungkin saja Yahya Waloni menjelek-jelekkan agamanya sebelumnya demi mencari keuntungan finansial.

“Tapi kemungkinan juga yang kayak begini biasanya yah kalau orang yang baru pindah-pindah agama manapun, itu doyan sekali menjelekkan agama sebelumnya. Kenapa? Karena semakin dia lakukan itu kan semakin sering diundang dan itu duit kan yah,” tuturnya.

Baca Juga: Tak Peduli Dipenjara, Yahya Waloni: Gak Masalah Kalau Karena Kebenaran

“Jadi itu kan orang yang keimanannya tergantung pada jeleknya agama lain, bukan pada bagusnya agama sendiri yah itu senantiasa mencari peluang supaya diundang terus menerus dan ia bisa memperoleh keuntungan finansial sebetulnya,” jelasnya lagi.

Pendeta Albertus menilai bahwa ketika pindah agama, Yahya Waloni tidak memiliki pengetahuan terkait Islam sehingga yang bisa ia jual adalah kejelekan agama sebelumnya.

“Karena kalau misalnya dia pindah ke Islam, dia mau ngomong tentang Islam dia nggak ngerti apa-apa. Jadi apa yang bisa dia jual kalau begitu? Yang bisa dijual kan jelek-jelekkan agama sebelumnya, kan,” ujarnya.

Pendeta Albertus juga menambahkan bahwa tindakan Yahya Waloni tersebut sebenarnya semakin menunjukkan bahwa ia memiliki masalah psikologis dan luka batin.

“Makin dia jelekin, makin diundang. Tapi makin kelihatan juga kalau dia punya persoalan psikologis kan, ada luka batin,”

Ia menyindir bahwa mungkin saja di agama sebelumnya ia bukan siapa-siapa dan tidak diakui sehingga ia berbuat demikian ketika mendapat panggung di agamanya yang sekarang.

“Karena kemungkinan di agama sebelumnya, dia tidak diakui atau dia bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. Sekarang tiba-tiba ia dapat panggung,” jelasnya.

Sponsored by adnow
Bagikan