Ngeri! Tukang Nasi Goreng ini Kejatuhan Potongan Tubuh Manusia dari Apartemen: Takut, Gemetaran

Ngeri! Tukang Nasi Goreng ini Kejatuhan Potongan Tubuh Manusia dari Apartemen: Takut, Gemetaran

FR
Fitrianna R
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Baru-baru ini penemuan potongan tubuh manusia di Jalan Pedurenan Masjid, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, menghebohkan warga. 

Terlebih sang tukang nasi goreng yang menjadi sosok kejatuhan potongan tubuh manusia tersebut. 

Warga yang menyaksikan pun sempat mengira bahwa potongan tubuh itu adalah korban mutilasi.

Dirangkum terkini.id dari detikcom, peristiwa mengejutkan tersebut terjadi pada Senin siang, 22 Maret 2021.

Potongan tubuh itu diketahui jatuh dari lantai 23 sebuah apartemen dan menimpa lapak pedagang nasi goreng yang berada di belakang sebuah mal dan apartemen terkait. 

Sontak kejadian tersebut menjadi viral di media sosial dan dalam video yang beredar, warga sempat mengira bagian tubuh yang jatuh adalah korban mutilasi.

Di sisi lain, Titin selaku pemilik lapak nasi goreng yang ketiban potongan tubuh itu kaget bukan main.

Gedebug! Titin mendengar bunyi benda jatuh tepat di atas kepalanya hingga bambu terpal pun menghantam kepalanya. 

Ya, bagian tubuh yang jatuh itu menimpa terpal tenda nasi goreng Titin terlebih dahulu.

Barulah kemudian kayu di bagian tengah terpal membentur kepala Titin sehingga mengakibatkan benjol.

“Begitu jatuh langsung keluar. Enggak lihat apa-apa, tahu-tahu udah ke bawah aja gitu terpalnya,” papar Titin.

“Kayaknya ketiban bambu, kepala. Jadi, langsung keluar saking kaget, teriak. Tukang lekker teriak-teriak ‘ada apaan? Sakit, gak?’ Enggak, cuman kok ini sakit kepala. Takutnya luka, dilihatin sama teman-teman, enggak-enggak … benjol doang,” sambungnya, mencoba menjelaskan situasi saat itu. 

Tidak berapa lama kemudian, warga pun semakin heboh. Mereka berteriak ‘daging’ hingga membuat Titin gemetaran.

“Enggak kepikiran. Cuman yang sebelah lihat, ‘daging-daging!’ Sudah keburu takut gitu sampai udah gemeteran gitu. Sudah tertutup terpal. Enggak kelihatan (potongan tubuhnya),” jelas Titin lagi. 

Warga kemudian mencari-cari bagian tubuh yang jatuh itu hingga akhirnya mereka menemukan potongan paha di dekat lapak nasi goreng Titin.

“Pas udah rada lama, dilihat lagi, ‘wow paha-paha,’ kata tukang batagor. Saya sih enggak lihat. Tadi pada nyuruh ke dokter, takut kenapa-kenapa. Saya, ‘ntar ah, masih ini’,” kata Titin.

Suami Titin yang bernama Rajut kemudian menutupi bagian tubuh itu dengan terpal. Namun, kejadian tersebut telanjur membuat warga berkerumun.

Aparat Polsek Setiabudi pun langsung meluncur ke lokasi setelah mendapatkan informasi adanya bagian tubuh terjatuh di lapak tersebut.

Hasil penelusuran polisi menemukan fakta bahwa bagian tubuh tersebut adalah korban bunuh diri yang loncat dari lantai 23 apartemen di sekitar lokasi.

“Iya, jadi tadi siang kita terima laporan terkait masalah bagian tubuh manusia yang ditemukan di luar Apartemen Ambassador. Sempat ditemui paha,” tutur Kapolsek Setiabudi AKBP Yogen Heroes.

“Ternyata tubuhnya di parkiran di dalam. Jadi, korban diduga melakukan bunuh diri dari lantai 23 apartemen, terus terbentur di lantai 6 sehingga pahanya mental keluar sehingga tubuh lainnya ada di dalam parkiran,” lanjutnya. 

Yogen juga mengungkapkan bahwa korban tewas yang jatuh dari apartemen itu berinisial A, seorang pria berusia 27 tahun, yang bgian tubuhnya tercecer di beberapa tempat akibat insiden tersebut.

“Karena dia terbentur ujung di lantai 6 ini. Ada bekasnya, terbentur di situ. Jadi, potongan pahanya terpotong karena saking kerasnya, terpental keluar menimpa dagangan yang di sini, yang di sebelah tukang nasi goreng, ketimpa tendanya di sini yang pahanya. Sedangkan tubuh utuhnya jatoh di jalan parkiran dalam mal,” terang Yogen. 

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami soal motif korban bunuh diri dari lantai 23 apartemen tersebut. 

Namun, menurut informasi dari keluarga, korban diketahui memang terlilit masalah ekonomi karena main saham dan beberapa hari terakhir, lebih banyak berdiam diri. 

Hanya saja, Kapolsek Setiabudi AKBP Yogen Heroes Baruno mengatakan bahwa korban tidak ada komunikasi mencurigakan sebelum lompat dari apartemen.

“Enggak ada (interaksi terakhir). Kalau dari pihak keluarganya menyatakan akhir-akhir ini sering diam. Kemungkinan ada masalah keuangan karena korban main saham kayaknya. Cuman masih kita dalami motif bunuh dirinya. Tapi kemungkinan masalah keuangan,” pungkas Yogen.

Polisi telah memeriksa sejumlah saksi terkait kejadian tersebut dan saat ini, jenazah A sudah dibawa ke RS Polri, Jakarta Timur, untuk diautopsi. 

Catatan:
Informasi ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa.

Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.