Pandemi Covid-19 ternyata tidak menghalangi aktivitas mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa untuk terus menambah pengalaman mereka dalam berusaha tani. Terbukti dengan mahasiswa yang melakukan kegiatan pendampingan yang terintegrasi dengan praktik mata kuliah.
Masa belajar dari rumah (LFH) dimanfaatkan untuk bergabung disebuah usaha agribisnis sayuran disekitar tempat tinggalnya. “Ya hitung-hitung skalian belajar juga bagaimana memulai usaha bidang agribisnis ini, dan semoga niat untuk mendirikan star up dapat segera terlaksana”, ujar petani milenial asal Polbangtan Gowa ini. (13/05).
Namanya Dzakwan. Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa ini memilih Usaha Green Farm ini sebagai tempat nya belajar dengan alasan bahwa usaha ini hanya memanfaatkan lahan pekarangan seluas 10 x 15 meter tapi sudah menghasilkan secara kontinyu.
Produk mereka seperti Pakcoy, Selada, Caisim, Romain, Bayam, Kangkung dan bunga Edible Flower (daunnya dikonsumsi sebagai sayur) ditanam dengan system Hidroponik . Dan hasilnya sudah dimanfaatkan oleh beberapa hotel dan cafe diwilayah ini. Dan metode usahanya juga sudah memanfaatkan teknologi informasi seperti metode pemesanan dan pembayaran.
Cocoklah dengan apa yang saya harapkan bahwa setelah berakhirnya pandemi ini saya juga akan mencoba membangun usaha seperti dengan beberapa rekan mahasiswa.
- Astra Motor Sulsel Siap Berlaga di KLHN 2026 dengan Tim Terbaik
- Kalla Toyota Luncurkan KIDDO, Hadirkan Pengalaman Edukatif bagi Anak dan Keluarga
- Donor Darah PLN UID Sulselrabar Bersama UPT Transfusi Darah Sulsel Mendapat Antusiasme Tinggi Pendonor
- Loving Monday at KALLA Perkuat Kolaborasi dan Sportivitas Insan Kalla
- Ratusan Murid Ranu Harapan Islamic School Berhasil Hafal Alqur'an dan Bakal Diwisuda di Claro
Apa yang dilakukan Dzakwan ini sudah sejalan dengan apa yang diprioritaskan oleh Kementerian Pertanian terkait regenerasi petani. Regenerasi petani menjadi perhatian besar Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menyiapkan sumberdaya manusia pertanian yang handal dan mampu berdaya saing.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan bahwa peningkatan peran generasi muda pertanian dalam mengembangkan dan memajukan sektor pertanian, agar lebih prospektif dan berpeluang ekspor perlu diprioritaskan, sehingga dibutuhkan petani-petani muda yang dapat memberikan kontribusi dalam gerakan pembaharuan pembangunan pertanian.
“Saya makin percaya anak muda yang mau terjun di bidang pertanian bisa punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik. Apalagi dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia, maka dunia dalam genggaman kalian,” ujar SYL saat mengukuhkan Duta Petani Milenial dan Petani Andalan beberapa waktu lalu.
Hal tersebut dipertegas kembali oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi yang menyampaikan regenerasi petani sudah sangat mendesak untuk dilakukan.
“Mau tidak mau, suka tidak suka, mampu tidak mampu, Kita harus lakukan regenerasi petani kepada petani milenial dan petani andalan. Karena petani milenial dan petani andalan sebetulnya yang paling berperan sangat strategis di dalam pembangunan pertanian Indonesia,” tegas Dedi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
