Masuk

Dedek Prayudi Sindir AHY Jualan Nama SBY, Nicho Silalahi: Soekarno Aja Masih Terus Dijual Anak Cucunya, tapi Muncungmu Diam

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Aktivis, Nicho Silalahi menanggapi Direktur Centrefor Youth and Population Research (CYPR), Dedek Prayudi yang menyindir bahwa Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY masih terus menjual nama bapaknya, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY.

Nicho Silalahi menyinggung bahwa nama Soekarno juga masih terus dijual anak dan cucunya, namun Dedek Prayudi tidak protes.

Selain itu, ia juga menilai bahwa wajar saja jika manusia membanggakan bapak, kakek, atau leluhurnya.

Baca Juga: Tetapkan Anies Bacapres, Ketua Demokrat Sulsel: AHY Menjawab Harapan Masyarakat

“Berarti lo yang Bengak sebab ga bisa jualan bapak mu,” kata Nicho Silalahi melalui akun Twitter pribadinya pada Selasa, 19 April 2022.

“Noh Soekarno aja masih terus dijual anak cucunya tapi Muncungmu diam atas itu,” sambungnya.

“Wajar donk kalau manusia membanggakan bapak, kakek atau leluhurnya. Ia ga sih?” katanya lagi.

Baca Juga: Insiden 894 Korban Jiwa Petugas Pemilu 2019, AHY: Jangan Terulang Lagi

Adapun dalam cuitan yang ditanggapi Nicho Silalahi, Dedek Prayudi melontarkan menyidir AHY yang ia nilai masih terus menjual nama bapaknya yang merupakan Presiden ke-6, yakni SBY.

Dedek Parayudi menyindir apakah AHY tidak percaya diri dengan kemampuannya sehingga masih terus menggunakan nama SBY.

“Terlepas dari benar tidaknya rakyat rindu era SBY, mau sampai kapan AHY jualan SBY?” kata Dedek Prayudi melalui akun Twutter pribadinya pada Minggu, 17 April 2022.

“Apa tidak percaya diri untuk lepas dari label bapaknya? Kader Demokrat aja banyak yang patuh pada SBY tapi tidak pada AHY. Artinya anda bukan SBY,” sambungnya.

Baca Juga: Kritisi Perppu Cipta Kerja, AHY: Hukum Dibentuk untuk Melayani Kepentingan Rakyat

Dedek Prayudi mengatakan itu sebagai tanggapan terhadap berita soal AHY yang mengklaim bahwa rakyat merindukan era kepemimpinan SBY.

Dilansir dari Beita Satu, AHY mengaku hal tersebut disuarakan oleh rakyat saat dirinya melakukan safari Ramadan dengan berkunjung daerah-daerah di Indonesia.

 

AHY mengatakan bahwa rakyat tersebut bukanlah rakyat yang dimobilisasi, tapi murni yang dijumpai saat melakukan safari ke daerah-daerah.

“Rakyat merindukan masa-masa dulu ketika SBY memimpin dan Partai Demokrat menjadi the rulling party. Mereka merindukan program-program pro rakyat SBY,” ujarnya.

Hal ini disampiakan AHY saat memberi sambutan di acara Silahturahmi dan Kontemplasi Ramadhan Partai Demokrat di Ballroom Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Minggu, 17 April 2022.

Dalam acara ini, hadir pula SBY yang saat ini menjabat sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat.

AHA menyebut bahwa selain rindu program pro-rakyat, rakyat sekarang juga rindu pada situasi harmonis dan toleransi pada masa kepemimpinan SBY.

Selain itu, menurutnya, rakyat juga rindu pada kebebasan dan demokrasi yang tumbuh secara berkeadaban di era SBY.

“Mereka juga merindukan keadilan yang tegak dan tidak berpihak di negeri ini,” katanya.

Bukan hanya itu, AHY mengaku, rakyat juga menyampaikan bahwa saat ini mereka menghadapi berbagai permasalahan dalam kehidupan sehari-hari, terutama naiknya harga barang-barang kebutuhan pokok.

“Akhirnya mereka meminta tolong partai Demokrat, kepada kita semua untuk terus memperjuangkan nasib dan masa depan mereka,” kata AHY.

“Ekspresi rakyat ini benar-benar harus kita dengarkan, terasa betul energi rakyat mengharapkan adanya perubahan dan perbaikan,” sambungnya.