Nicho Silalahi Sindir Jokowi Soal Kebijakan Minyak Goreng Gagal: Kalau Sudah Tahu Menyengsarakan Rakyat Kecil, Sadar Diri dan Mundur

Nicho Silalahi Sindir Jokowi Soal Kebijakan Minyak Goreng Gagal: Kalau Sudah Tahu Menyengsarakan Rakyat Kecil, Sadar Diri dan Mundur

LA
R
Lilis Adilah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo mengakui bahwa kebijakan yang diterapkan pemerintah untuk mengatasi permasalahan minyak goreng gagal, meski telah mengeluarkan berbagai jurus ampuh dalam kurun waktu empat bulan, namun nyatanya minyak goreng masih tetap mahal dan sulit dijangkau rakyat kecil.

Menanggapi pengakuan Presiden Joko Widodo, Aktivis dan pegiat media sosial, Nicho Silalahi, mengatakan bahwa kalau sudah mengetahui kebijakan yang diambil gagal maka harus lebih legowo untuk meletakkan jabatan sehingga penderitaan rakyat sedikit berkurang, terutama mengenai masalah minyak goreng.

Nicho Silalahi menilai bahwa pemimpin yang baik akan merelakan jabatannya jika mengetahui bergabagi kebijakan yang diambil gagal untuk segera mundur.

“Kalau udah tahu kebijakan hanya menyengsarakan rakyat kecil ya sadar dirilah @jokowi dan segera mundur dari kepemimpinan nasional”, tulis Nicho Silalahi, dikutip dari keterangan tertulisnya, Kamis 28 April 2022.

Nicho Silalahi Sindir Jokowi Soal Kebijakan Minyak Goreng Gagal: Kalau Sudah Tahu Menyengsarakan Rakyat Kecil, Sadar Diri dan Mundur

Selain itu, Nicho Silalahi mengatakan bahwa semakin lama Jokowi menjabat maka penderitaan rakyat akan semakin Panjang pula.

Baca Juga

“Semakin lama menjabat maka semakin Panjanglah penderitaan rakyat yang anda buat. Berani Mundur Hebat.!!!”, tulisnya lagi.

Diwartakan sebelumnya, Jokowi mengaku bahwa serangkaian kebijakan yang diambil pemerintah untuk menurunkan harga minyak goreng gagal.

“Saya sebagai presiden, tak mungkin membiarkan itu terjdi. Sudah 4 bulan kelangkaan berlangsung dan pemerintah sudah mengupayakan berbagai kebijakan, namun belum efektif”, kata Presiden Jokowi, dikutip dari laman CNN Indonesia.

Gagalnya kebijakan menurunkan harga minyak goreng membuat presiden Jokowi mengambil langkah untuk melarang ekspor bahan baku minyak goreng di seluruh wilayah tanah air.

Dia kemudian mewanti-wanti para pelaku usaha minyak goreng untuk lebih melihat permasalaan yang dihadapi saat ini dengan lebih jernih dan lebih baik.

Kendati demikian, Jokowi mengatakan bahwa sebetulnya kebutuhan minyak goreng dalam negeri sangat mudah terpenuhi, terlebih kapasitas produksi bahan baku minyak goreng jauh lebih besar dari kebutuhan dalam negeri.

“Prioritaskan di dalam negeri, penuhi kebutuhan rakyat. Semestinya kalau melihat kapasitas produksi, kebutuhan dalam negeri bisa dengan mudah tercukupi”, kata Jokowi.

Jokowi kemudian berjanji untuk mencabut kebijakan melarang ekspor bahan baku minyak goreng keluar negeri apabila kebutuhan dalam negeri telah terpenuhi.

“Begitu kebutuhan dalam negeri sudah terpenuhi, tentu saya akan cabut larangan ekspor karena saya tau negara perlu pajak, negara perlu devisa, negara perlu surplus neraca perdagangan, tapi memenuhi kebutuhan pokok masyarakat adalah hal yang lebih penting”, tambahnya.

Seperti diketahui, harga minyak goreng melonjak tajam dari Agustus 2021 dengan harga awal Rp 14.000 per liter, kini naik menjadi Rp. 20.000 perliter. Upaya pemerintah telah banyak dilakukan untuk menstabilkan harga, namun hingga saat ini belum ada satupun kebijakan itu yang berhasil dan dirasakan oleh rakyat.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.