Terkini.id, Jakarta – Rocky Gerung turut menanggapi terkait berita Kaesang yang sempat ramai dibicarakan karena dituding melakukan ghosting kepada Felicia Chu atau lebih dikenal dengan nama Felicia Tissue.
Untuk diketahui, istilah ghosting dalam suatu hubungan digunakan untuk menggambarkan praktik penghentian yang menutup semua akses komunikasi dengan individu lain, biasanya pasangan atau teman.
Dalam hubungan asamara, orang yang melakukan ghosting biasanya menghilang tanpa kabar dan tanpa kepastian terkait hubungan tersebut.
Saking ramainya berita terkait Kaesang, sikapnya yang ditunding melakukan ghosting itu bahkan dikait-kaitkan dengan sikap politik Presiden Jokowi selama ini.
Contohnya, pernyataan Jokowi yang menyerukan untuk membenci produk asing lalu dikait-kaitkan putusnya Kaesang dan Felicia yang memang berbeda ras.
“Memang karena dia anak Presiden jadi dia jadi sasaran. Lalu sasarannya itu juga mengingatkan tentang perilaku publik dari sang Presiden. Tiba-tiba ngibrit dari wartawan. Ditanya wartawan, nggak bisa jawab, udah ngibrit aja,” ujar Rocky.
“Jadi ada yang lucu sebetulnya, orang mau lihat apakah ini DNA, sifatnya ghosting itu? Atau sekedar perilaku nakal dari anak remaja,” tambahnya.
Rocky menilai bahwa masyarakat sekarang memang cenderung mengait-ngaitkan isu-isu pribadi dengan isu-isu politik.
“Tapi satu hal, kita mau lihat gejala-gejala di dalam masyarakat sekarang itu sekarang berkumpul di dalam isu-isu semacam ini. Jadi, isu-isu politik ini dikaitkan dengan isu-isu privat, urusan-urusan privat,” jelasnya.
Ia juga mengaitkan bahwa sikap Presiden yang tidak tampil untuk berbicara terkait kisruh yang sedang dihadapi Partai Demokrat juga merupakan bentuk ghosting dalam politik.
“Dia sedang ghosting juga karena belum dapat alasan, kan. Kalau Kaesang mungkin udah dapat alasan, dia bisa tampil lagi untuk terangkan bahwa ada kesepakatan yang belum dicapai,” kata Rocky.
Tapi, menurutnya, ghosting dalam kasus politik terjadi karena orang tersebut yang takut menghdapai kenyataan, bukan lari dari kenyataan.
“Dan dia dikejar oleh kenyataan,” kata Rocky.
“Politik Indonesia sebetulnya sedang mengarah pada perhantuan karena nggak jelas apa sebetulnya fenomenanya. Istilah phantom fenomenon,” kata Rocky
“Tapi sebenarnya peristiwanya sudah selesai, tapi seseorang kok masih merasa ‘kok saya masih dihantui ya oleh peristiwa itu,” tambahnya.
Hal tersebut terjadi karena publik selalu mengingatkan terkait hal-hal atau peristiwa-peristiwa politik kepada para pejabat atau politikus.
“Jadi dalam politik, seseorang yang ghosting, dia nggak mungkin enak tidurnya karena mata publik selalu melihat ada hantu yang masih gentayangan. Dan dia melihat bahwa dia adalah hantu,” jelas Rocky
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
