Nilai Tukar Rupiah Terancam Melemah, Ariston Tjendra : Tingginya Angka Covid-19 Memicu Nilai Tukar Rupiah Tertekan

Nilai Tukar Rupiah Terancam Melemah, Ariston Tjendra : Tingginya Angka Covid-19 Memicu Nilai Tukar Rupiah Tertekan

LA
R
Lilis Adilah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Nilai tukar (Kurs) rupiah diprediksi akan mengalami penurunan pekan depan. Pengamat Pasar Uang, Ariston Tjendra mengatakan hal ini dipicu oleh kenaikan angka Covid-19 yang meresahkan pelaku pasar.

Jumlah kasus harian terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia Kamis 4 Februari 2020 kemarin bertambah 27.197 kasus sehingga total kasus mencapai 4,41 juta kasus.

Kenaikan ini dapat memicu inflasi yang memberikan dampak besar terhadap nilai tukar rupiah.

“Hal ini tentunya bisa menekan nilai tukar rupiah,” ungkap Ariston, dikutip dari Antaranews.com, Jum’at 4 Februari 2022.

Dengan demikian Ariston memproyeksikan kurs rupiah hari ini akan melemah ke arah Rp14.400 per dolar AS, dengan support di kisaran Rp14.350 per dolar AS.

Kurs rupiah melemah dari angka sebelumnya 14.377 per dolar AS menurun 6 poin atau 0,04.

“Nilai tukar rupiah masih berpotensi tertekan hari ini terhadap dolar AS. Kekhawatiran pasar terhadap inflasi bisa menjadi pemicu pelemahan rupiah”, kata Ariston, dikutip dari Antaranews.com.

Menurutnya, kenaikan harga minyak mentah sebagai sumber energi yang menyentuh kisaran 90 dolar AS per barel, pertama kali sejak tahun 2014, akan menjadi pendorong kenaikan inflasi global.

Selain itu inflasi yang melonjak di AS juga akan mengkonfirmasi kebijakan pengetatan moneter Negeri Paman Sam, yang lebih agresif ke depan sehingga akan mendorong penguatan dolar AS.

Ariston memproyeksikan kurs rupiah per hari ini, Jum’at 4 Februari 2022 akan turun dari angka 14.400 per dolar AS ke angka 14.350.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.