Terkini.id, Jakarta – Wasekjen DPP PA 212 Novel Bamukmin mengatakan bahwa isu pengeboman bukanlah hal baru di negara Indonesia.
Hal itu ia katakan dengan maksud menanggapi peristiwa aksi bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar, Minggu, 29 Maret 2021.
“Seperti biasa aja, sudah bosen lah dengan isu bom itu,” kata Novel, dikutip dari PojokSatu, Senin, 29 Maret 2022.
Novel juga sempat ditanyai apakah bom bunuh tersebut merupakan pengalihan isu atas kasus persidangan Habib Rizieq.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Novel enggan menjawab pertanyaan itu.
- Wakil Ketua DPR RI Kunjungi Lokasi Ledakan Bom Bunuh Diri di Makassar
- Eks Jubir FPI Munarman Curiga Aksi Teroris Sengaja Dirancang Khusus untuk Menjatuhkan Islam
- Zakiah Aini Minta Ibunya Berhenti Kerja dari Dasa Wisma: Karena Bantu Pemerintah Thagut
- Seret Amien Rais, HRS dan Din Soal Tragedi Bom Makassar, Ade: Mereka yang Bertanggung Jawab!
- Polisi Bantah Wanita Bomber Makassar Hamil: Tidak Ada Temuan Itu
Namun, menurutnya, bom bunuh diri di negeri ini seperti sebuah wacana yang sudah diatur.
“Ya, sepertinya gak enak negara ini kalau tidak ada isu ledakan bom,” sindirnya.
Di sisi lain, Habib Rizieq Shihab juga sempat menanggapi perihal bom bunuh diri ini.
Melalui kuasa hukumnya yakni Aziz Yanuar, Habib Rizieq menilai bahwa tindakan bom bunuh diri bukanlah bagian dari jihad.
Jika ada yang bilang itu adalah jihad, maka sangat keliru,” sambung Aziz.
Di samping itu, Aziz mengungkapkan perihal pernyataan HRS yang berharap bahwa bom bunuh diri tersebut bukan merupakan serangkaian pengalihan isu terhadap kasus yang menjeratnya.
Jika pengalihan isu, maka hal ini dinilai sangat jahat bagi pihaknya.
“Jika ada pihak yang merekayasa bom gereja untuk pengalihan isu, ini lebih jahat lagi,” ujar Aziz.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
