Terkini.id – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof Nurdin Abdullah menargetkan, pembangunan pabrik pupuk di Sulsel untuk menjawab kebutuhan pupuk subsidi, bukan hanya di Sulsel tapi di 27 provinsi di Indonesia.
“Saat ini petani kesusahan mencari pupuk subsidi. Sulsel ini bukan hanya sendiri, tapi ada 27 provinsi butuh suplai dari Sulsel. Makanya kita sudah rencana untuk membangun pabrik pupuk,” ungkap Nurdin Abdullah, saat pembukaan Milad UMI ke 67 tahun, di Kampus UMI, Senin 1 Februari 2021.
Orang nomor satu di Sulsel ini sangat yakin UMI akan menjadi benteng dalam menyediakan Sumber Daya Manusia (SDM). Ia mengaku sangat yakin dengan kolaborasi antara dunia kampus, dunia usaha dan pemerintahan.
“Saya yakin UMI akan menjadi benteng terdepan dalam menyediakan generasi muda kita. Saya yakin kalau kita sama-sama lakukan ini dengan baik, maka akan siap menghadapi tantangan apapun,” jelasnya.
Diketahui, semenjak masuk masa pandemi Covid-19, pengadaan pupuk subsidi dikurangi dari 10-12 sak pupuk per hektarnya, menjadi 2-3 sak per hektarnya.
- Tanda-tanda Ada Tersangka, Tiga Kasus yang Menyeret Bupati Gowa Naik ke Tahap Penyidikan
- Wali Kota Munafri Ibaratkan Makassar Taman Bunga: Saya Akan Bersihkan Ilalang yang Menutupi Keindahan
- Kota Makassar Kian Memikat Investor, Nilai Investasi Awal 2026 Capai Rp2,7 Triliun
- Oknum Guru Di Jeneponto Diduga Aniaya Siswa, Korban Demam Dan Merasakan Sakit Jika Menelan
- 10 Penggerak HAM Sulsel dan Wilker Sultra Resmi Teken Kontrak, Kakanwil Tekankan Perubahan Nyata di Masyarakat
Sementara itu, Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof Basri Modding mengaku akan mendukung Pemprov Sulsel lewat program triple helix nya.
“Kami akan support pembangunan di Sulawesi Selatan yang dipimpin oleh Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah,” kata Prof Basri Modding pada pembukaan Milad UMI ke 67 tahun.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
