Terkini.id — Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Nurdin Halid menginstruksikan Fraksi Golkar DPRD Sulsel agar menjadi mitra kritis terhadap pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan).
Sikap itu bukan sebagai upaya menghambat program pemerintah. Namun sikap ini untuk menjaga arah kebijakan pemerintah tetap berpihak kepada rakyat.
“Posisi fraksi Golkar di DPRD Sulsel menjadi mitra kritis, konstruktif, dan fungsional terhadap pemerintah,” tegas Nurdin Halid dalam jumpa persnya di Warkop BM Sebelas Makassar, Rabu 9 Oktober 2019.
Khusus DPRD tingkat kabupaten/kota sikap fraksi Golkar disebutnya dinamis. Ada daerah dimana Golkar menjadi mitra kritis, dan adapula sebagai mitra strategis terhadap pemerintah.
“Mitra kritis kalau bupatinya bukan dari Golkar atau tidak diusung Golkar. Mitra strategis itu klu bupatinya adalah kader,” katanya.
- Belum Ada Jadwal Pasti Musda Golkar Sulsel Ke-11, Panitia Terus Matangkan Persiapan
- Bursa Ketua Golkar Sulsel Mengerucut, Dua Nama Kantongi Restu DPP
- Muhidin Minta Kader Golkar Pertahankan Solidaritas Hingga Musda
- Membaca Arah Angin Musda Golkar Sulsel, Akademisi Sebut Mayoritas Dukung Appi
- Andi Ina Sebut Plt Ketua Golkar Sulsel Bawa Semangat Baru dan Menyatukan Seluruh Kader
NH juga mengingatkan kalau semua sikap fraksi Golkar di parlemen tidak bisa diputuskan sepihak. Pengurus DPD harus terlibat dalam setiap kebijakan fraksi.
Pelibatan DPD dalam sikap fraksi disebut diatur dalam AD/ART partai. Anggota DPRD dari Golkar disebut bisa mendapat sanksi jika kebijakannya tanpa sepengetahuan DPD.
“Seluruh anggota fraksi tidak mungkin bisa diatur oleh pemerintah, atau main-main. Itu pasti akan disanksi,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
