Nurdin Halid Ungkap Airlangga Hartarto Layak Gantikan Presiden Jokowi

Terkini.id, Jakarta – Wakil ketua DPP Partai Golkar, Nurdin Halid mengungkapkan bahwa pengganti Jokowi di Pilpres mendatang yang paling layak yaitu Airlangga Hartarto yang juga menjabat sebagai ketua umum DPP Partai Golkar.

Sekedar diketahui bahwa perhelatan Pemilihan Presiden (Pilpres) rencananya akan digelar pada 2024 mendatang. Meski masih menyisahkan waktu 3 tahun, sejumlah nama sudah bermunculan untuk melanjutkan kepemimpinan Presiden Jokowi.

Salah satu bakal calon yang diprediksi akan ikut berpartisipasi di Pilpres 2024 mendatang yakni Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto.

Baca Juga: Unggah Foto Jokowi Sungkem ke Ma’ruf Amin, Ustaz Yusuf Mansyur:...

Hal tersebut diungkapkan oleh politisi senior yang juga sementara menjabat sebagai Wakil Ketua DPP Partai Golkar, Nurdin Halid

“Selain memiliki kapasitas, kapabilitas, integritas, dan sarat pengalaman, Airlangga Hartarto memiliki chemistry yang kuat dengan Presiden Jokowi,” tutur politisi senior Partai Golkar, Nurdin Halid dikutip dari Gatra.com

Baca Juga: Minta Maaf Sering Kritik Jokowi, Refly Harun: Bukan karena Merasa...

Sebab itu, Nurdin menilai Airlangga pantas melanjutkan kepemimpinan Jokowi untuk periode 2024-2029 mendatang.

Nurdin merasa perlu menyatakan hal itu terkait keputusan Rapimnas I Partai Golkar awal Maret lalu yang secara bulat menetapkan Airlangga sebagai calon presiden partai berlambang pohon beringin tersebut.

Rapimnas I Partai Golkar yakin jika Airlangga mampu memimpin koalisi besar partai politik untuk meraih kemenangan dalam tiga agenda pesta demokrasi 2024, yaitu Pileg (Pemilu Legislatif), Pilpres (Pemilu Presiden) dan Pilkada (Pemilu Kepala Daerah).

Baca Juga: Sindir Jokowi Soal Palestina, Rachland Nashidik: Setidaknya Presiden Kita Berani...

Rapimnas I Partai Golkar yang dihadiri wakil dari 34 DPD Provinsi, Hasta Karya, Organisasi Sayap Golkar, Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, Dewan Penasihat, Dewan Pakar, dan Dewan Etik.

“Rapimnas mengeluarkan keputusan yang luar biasa strategis karena percepatan konsolidasi organisasi menjadi partai modern sudah terurai sangat baik. Kini, langkah-langkah konsolidasi untuk menjadi pemimpin koalisi besar tinggal diimplentasikan oleh segenap struktur dan jaringan, mulai dari pusat, DPD I, DPD II hingga di level akar rumput di desa,” kata Nurdin yang juga menjabat sebagai wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Pratama Koordinator Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) dan Badan Saksi Nasional (BSN), dalam siaran pers, Rabu (24/3) lalu.

Nurdin menjelaskan, target kemenangan di tiga event politik dan memimpin koalisi besar partai politik dalam kontestasi demokrasi 2024 dilandasi analisis data dan fakta serta beberapa pertimbangan argumentatif.

Disebutkan, Golkar adalah pemenang kedua dalam Pileg 2019 dengan perolehan suara 12%. Dengan berbagai langkah konsolidasi organisasi dan modernisasi manajemen empat tahun terakhir hingga nanti 2024, Nurdin yakin perolehan suara Golkar pada 2024 akan naik secara signifikan.

“Pemenang kedua dengan perolehan suara 12% adalah pencapaian yang signifikan justru disaat Golkar baru menyelesaikan masalah internal yang berkepanjangan. Sebagai pemenang nomor dua dengan 12% suara, wajar saja kalau Golkar menempatkan diri sebagai pemimpin Koalisi Besar. Butuh tambahan satu partai saja untuk bisa dapat tiket mencalonkan presiden. Tapi kita tentu berharap tidak hanya satu partai, melainkan dengan beberapa partai,” ujar Nurdin.

Bagikan