Menohok! Politisi Demokrat Sindir Jokowi soal ‘Jangan Apa-Apa ke Presiden’

Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana menyinggung pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengatakan “jangan apa-apa ke presiden“.

Panca menyinggung itu saat menanggapi penyataan salah satu pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dipecat karena tak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Giri Suprapdiono, nama pegawai yang dipecat tersebut mengatakan bahwa keputusan KPK memberhentikannya, sangat terburu-buru dan mendahului Presiden sebagai kepala pemerintahan.

Baca Juga: Politisi Demokrat: Kalau Benar Ada Kecurangan Pemilu 2009 Seperti yang...

Terkait itu, Panca pun heran mengapa Giri Suprapdiono masih berharap kepada Presiden Jokowi.

“Masih ngarep aja. Sementara presidennya ngomong, jangan apa-apa semua ke presiden,” katanya melalui akun Twitter Panca66 pada Kamis, 16 September 2021.

Baca Juga: Singgung Jokowi Soal Garuda, Nicho Silalahi: Berani Gak Lo Terima...

Sebelumnya, Presiden Jokowi menjelaskan alasan ia tak banyak berkomentar terkait nasib 57 pegawai KPK yang akan diberhentikan karena gagal TWK.

Sebagaimana diketahui, sejak polemik TWK ini bergulir, publik dan beberapa pihak mendesak Jokowi untuk angkat suara.

Terkait itu, Jokowi mengatakan bahwa ia menghormati proses yang masih berjalan di Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi.

Baca Juga: Singgung Jokowi Soal Garuda, Nicho Silalahi: Berani Gak Lo Terima...

“Saya enggak akan jawab, tunggu keputusan MA dan MK,” katanya pada Rabu, 15 September 2021, dilansir dari CNN Indonesia.

Lebih lanjut, Jokowi juga menjelaskan bahwa pihak yang berwenang menjawab persoalan pegawai KPK itu adalah pejabat pembina.

Dalam hal ini, yaitu Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).

“Jangan apa-apa ditarik ke Presiden. Ini adalah sopan-santun ketatanegaraan. Saya harus hormati proses hukum yang sedang berjalan,” tandas Jokowi.

Bagikan