Intensitasnya mencakup 101 hingga 151 mm. Pihaknya telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat terkait kondisi ini di mana akan terjadi pasang air laut, ombak tinggi, angin kencang hingga hujan lebat.
“Jadi ada indikasi dinamika atmosphere, yang pertama daerah tekanan rendah di Utara, atau bagian barat Australia ini sementara lagi aktif-aktifnya terbentuk low pressure area,” kata Hanafi.
Dia mengatakan masih terjadi fluktuasi perkembangan di mana setelah ini hilang akan kembali muncul di titik lain.
Kemudian ada sirkulasi 40 harian sedang aktif di wilayah IV Makassar dan sekitarnya ini juga mempengaruhi terbentuknya awan hujan.
Selanjutnya kelembaban udara yang cukup basah di permukaan, sekitar 70 hingga 80 persen. Belum lagi adanya Monsun dingin Asia, di mana sempat tertahan beberapa hari, sempat aktif dan terlihat.
“Dari inilah kita kemudian membuat prediksi dari tanggal 12 sampai dengan 16 Februari,” jelasnya.
Adapun titik dengan intensitas hujan lebat hingga ekstrim ini akan terjadi di Sulsel bagian Barat, meliputi Pinrang, Parepare, Barru, Pangkep, Maros, Makassar dan Takalar.
Bagian tengah mencakup Sidrap, Soppeng dan Gowa, untuk bagian selatan mencakup Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba dan Selayar, serta timur mencakup Sinjai dan Bone.
“Jadi hampir menyeluruh. Kecuali untuk wilayah bagian Utara itu tidak begitu signifikan, dampak dari hasil analisis yang telah kita sampaikan tersebut,” katanya.
Untuk gelombang tinggi, kata Hanafi, juga perlu diwaspadai sebab adanya potensi angin kencang dengan skala lebih dari 15 knot, itu membentuk ketinggian gelombang signifikan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
