Opera Beijing, Seni Mahakarya Tiongkok yang Diakui Dunia

Opera Beijing berasal dari opera tradisional Anhui, mengadopsi lagu, musik, serta teknik penampilan dari Opera Kun dan Opera Qingqiang, sekaligus menyerap cerita-cerita rakyat Tiongkok dari zaman ke zaman sehingga menghasilkan seni mahakarya yang diakui dunia. / Istimewa

TERKINI.id – Opera Beijing, Seni Mahakarya Tiongkok yang Diakui Dunia. Dikenal sebagai Opera Nasional Tiongkok, Opera Beijing yang berasal dari akhir abad ke-18, adalah sintesis dari musik, dansa, seni, dan akrobat. Merupakan opera yang paling berpengaruh dan mewakili seluruh opera di Tiongkok.

Opera Beijing berasal dari opera tradisional Anhui, mengadopsi lagu, musik, serta teknik penampilan dari Opera Kun dan Opera Qingqiang, sekaligus menyerap cerita-cerita rakyat Tiongkok dari zaman ke zaman sehingga menghasilkan seni mahakarya yang diakui dunia.

Opera Beijing dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu “adat” yang menonjolkan nyanyian, dan “seni beladiri” yang kaya dengan akrobat dan aksi heroik. Beberapa kisah yang ditampilkan menggabungkan keduanya.

Jalan cerita yang dibawakan termasuk sejarah, komedi, dan tragedi. Banyak kisah sejarah yang diadopsi Opera Beijing. Seperti diketahui, pada masa lalu masif lahir filsafat bijak bagi rakyat Tiongkok.

Opera diiringi orkes, salah satunya memainkan alat musik gesek jenis “Jinghu”, yaitu alat musik gesek tradisional Tiongkok serupa rebab.

Baca juga:

Dialog dan monolog yang ada dibawakan dalam dialek Beijing. Di samping membawakan nyanyian, aktor dan aktris juga memperagakan gerak-gerik seperti mengelus janggut, membenarkan posisi topi, atau menaikkan lengan baju untuk mengungkapkan ekspresi.

Tangan dan tubuh yang bergetar menunjukkan kemarahan dan menyentil lengan baju berarti jijik. Seorang aktor atau aktris memperagakan perasaan malu dengan menutupi muka memakai lengan baju.

Beberapa gerakan tidak mudah diartikan maksudnya. Seorang aktor memegang lengan bajunya dengan gerakan cepat, kemudian meletakkan tangannya di belakang tubuh dengan muka tegang. Hal tersebut menunjukkan dirinya sedang bersiap-siap menyongsong bahaya.

Pertarungan akrobat Opera Beijing, baik dimainkan dua orang atau kelompok, adalah sebuah kombinasi keahlian bertempur dan peran. Terdapat empat jenis peran secara umum, yaitu pria, wanita, muka dicat (painting face), dan badut, yang masing-masing dibagi berdasarkan umur dan profesi.

Serupa akting dan nyanyian, tata rias muka juga memiliki seni tersendiri berdasarkan aksen Dinasti Tang, Song, dan Yuan. Tata rias muka menonjolkan sifat dari peran yang dimainkan. Merah menandakan kebenaran dan loyalitas, putih banyak akal dan cerdik, biru keteguhan serta keberanian, dan lain sebagainya.

Pakaian yang dikenakan didasari pakaian masa Dinasti Ming, dengan tidak menghiraukan masa latar belakang cerita yang dibawakan. Alat bantuan dapat berupa dinding kain, tenda, payung, cambuk, dayung, atau senjata.

Alat-alat tersebut merupakan simbolik, seperti cambuk untuk menunjukkan sang Pembawa sedang naik kuda. Beberapa peran tentara di panggung menunjukkan kolosal prajurit. Seorang aktor yang berputar-putar pada panggung menunjukkan pengembaraan yang jauh.

Detil dari setiap penampilan tergantung dari kemampuan penampilan dari para aktor dan aktris. Membuka pintu, berjalan pada malam hari, mendayung perahu, makan, minum, dan lainnya ditampilkan dengan gerakan-gerakan tersendiri. Mereka juga menggunakan mata dan ekspresi wajah untuk menjelaskan arti.

Opera Beijing merupakan seni rakyat dan kebudayaan khas Tiongkok yang sampai sekarang masih dikembangkan dan dipertontonkan. Meski mengalami transisi dan pasang-surut dari dinasti ke dinasti, namun Opera Beijing masih dapat bertahan selama lebih dari dua abad.

Di Tiongkok, Opera Beijing mendapat perhatian serius dari pemerintah dengan dibukanya akses sekolah seni ini seluas-luasnya kepada masyarakat. Berkaca dari apa yang dilakukan Tiongkok, bagaimana dengan seni dan kebudayaan di Indonesia?

Komentar

Rekomendasi

[Cerpen] KKN di Tanah Majis Beradat

Gubernur Anies Sebut Perayaan Cap Go Meh Perkuat Persatuan Warga

Cheng Ho, Bahariawan Muslim Tionghoa yang Berjasa Sebarkan Islam di Nusantara

Dicekal Orba, Saat Ini Barongsai Lebih Banyak Dimainkan Non Tionghoa

Tionghoa Indonesia, Asimilatif Sejak Migrasi Nenek Moyang Tiongkok ke Nusantara

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar