OPM Sudah Akui Penyerangan Nakes, Veronica Koman Tetap Minta Komnas HAM Investigasi: Belum Yakin Berita Media

Terkini.id, Makassar – Akvitis HAM Veronica Koman tetap meminta investigasi dari Komnas HAM terkait peristiwa yang terjadi di Kiwirok yang menewaskan seorang tenaga medis.

Selain tetap membela OPM-TPNPB, Veronica Koman juga belum bisa menerima kronologi yang tersebar di media nasional.

Padahal, sebelumnya Kelompok Kriminal Bersenjata Papua atau OPM-TPNPB sudah mengakui telah melakukan penyerangan Puskesmas di daerah tersebut sehingga menyebabkan nakes meninggal.

Baca Juga: Dubes Perempuan Pertama Asal Papua Fientje Suebu Dilantik Presiden Jokowi

“Jangan salah, saya juga masih belum menerima kronologi yang beredar di media nasional,” tulis Veronica, Minggu 19 September 2021.

Dia punengaku masih meminta investigasi dari Komnas HAM.

Baca Juga: STIH Biak Rintis Kerjasama dengan MASIKA ICMI dan Perguruan Tinggi...

“Saya masih minta supaya Komnas HAM turun investigasi: kronologi, motif, pemicu, dan apakah betul kekerasan seksual digunakan sebagai senjata dalam konflik.

Saya naikkan sikap saya setelah TPNPB mengakui di media bahwa betul mereka menyerang tenaga medis. Dan bahwa ada lima nakes yang dianiaya, itu sudah cukup dalam hukum humaniter, karena sejengkal rambut pun mereka tidak seharusnya disentuh,” jelas Vero.

“Ini semua bukan untuk memojokkan TPNPB, tapi supaya jangan sampai peristiwa yang sama berulang lagi. Ini demi perlindungan sipil dan tenaga medis di Papua, karena NKRI telah mengajari kita bahwa impunitas adalah penyebab utama suatu pelanggaran terus terjadi berulang. 

Baca Juga: STIH Biak Rintis Kerjasama dengan MASIKA ICMI dan Perguruan Tinggi...

Ini juga demi nama baik TPNPB ke depannya sebagai salah satu kelompok perjuangan kemerdekaan tertua di dunia,” tulis Veronica lagi.

Nakes Mengadu ke Komnas HAM

Terkait polemik yang terjadi di tanah Papua, sejumlah tenaga kesehatan yang selamat akhirnya angkat bicara mengadu pada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Para nakes mengadu ke Komnas HAM Perwakilan Papua agar pemerintah memberi perhatiannya kepada mereka.

Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits B. Ramandey mengungkapkan pertemuannya dengan para Nakes yang selamat dari kekejaman KKB.

“Komnas HAM Papua sudah menerima dan mendengar langsung pengaduan nakes korban kekerasan KKB Kiwirok, ya, kami sangat prihatin dan menyesali adanya kejadian ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, ia menegaskan tenaga kesehatan yang bertugas di mana pun harus dapat dilindungi.Menurutnya nakes merupakan sosok berjasa dalam pemenuhan kesehatan masyarakat yang berada di daerah pelosok ataupun perkambungan.

“Empat nakes yang datang mengadu ke Komnas HAM Papua kami berikan apresiasi karena sudah mau datang dan menyampaikan persoalan terhadap kasus kekerasan KKB kepada mereka sebagai pekerja kemanusiaan di Puskesmas Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang,” ujar Frits Ramandey.

Menjawab kegelisahan para nakes, ia berharap pemerintah dan aparat perlu memberikan jaminan perlindungan keamanan.

Ia mengungkapkan sejumlah tenaga kesehatan mengadu ke Komnas HAM dan mengaku trauma.

“Pemerintah dan instansi berwenang bisa memberikan jaminan keamanan untuk tenaga kesehatan yang bekerja melayani masyarakat di daerah pedalaman maupun wilayah terpencil lainnya,” ucap Frits, dikutip dari Antara.

Sebelumnya dilaporkan pada Senin 13 Septermber 2021 lalu, terjadi aksi kekerasan yang dilakukan oleh kKB di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Dikabarkan sejumlah nakes menjadi korban, bahkan seorang suster bernama Gabriela Meilani harus kehilangan nyawa usai terjun ke jurang kedalaman 500 meter.

Sementara itu, salah satu nakes Gerald Sokoy hingga saat ini masih belum diketahui keberadaannya.

Bagikan