Terkini, Makassar – Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Makassar, Muhammad Rheza, bersama Kasubag Keuangan menghadiri Rapat Kerja Badan Anggaran di Ruang Rapat DPRD Kota Makassar pada 24 Juni 2024.
Rapat tersebut membahas Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2023, dengan melibatkan mitra kerja dari Komisi B Bidang Perekonomian Keuangan dan Komisi C Bidang Pembangunan.
Pada kesempatan tersebut, Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar mempresentasikan pengembangan aplikasi Big Data Center UMKM dan Koperasi yang diberi nama SIDATU MICIKO (Sistem Data Terpadu Usaha Mikro Kecil dan Koperasi).
Aplikasi ini dirancang untuk menyediakan data yang akurat dan terintegrasi, yang diharapkan dapat mendukung pemerataan kebijakan serta penyaluran bantuan yang tepat sasaran bagi pelaku UMKM dan Koperasi di Kota Makassar.
Aplikasi SIDATU MICIKO menawarkan berbagai fitur, termasuk titik koordinat persebaran UMKM dan koperasi di seluruh wilayah Makassar.
- Four Points Makassar Luncurkan Menu Baru Chinese Food, Bisa Order untuk Tamu Pernikahan
- Pasca Pembukaan, Satgas TMMD Ke-128 Geliat Bangun Rumah Layak Huni di Desa Arpal
- Motivasi Karyawan Perempuan, KALLA Hadirkan Kartini Talks Bersama Fauziah Zulfitri
- 6 Orang Siswa di Jeneponto Dirujuk ke RS, Kejang, Sesak hingga Diare Usai Makan Menu MBG
- Bupati Syaharuddin Beri Pesan Motivatif Menjadi Pemimpin kepada Ratusan Siswa di Sidrap
Selain itu, aplikasi ini menyediakan data statistik dan grafik yang lengkap, memudahkan identifikasi dan analisis. Menu afiliasi K-UMKM dengan lorong wisata, lembaga keuangan, dan Komunitas Wirausaha Baru (KWB) juga tersedia dalam aplikasi ini, yang bertujuan untuk memperkuat jaringan dan kolaborasi di antara pelaku usaha.
Dalam rapat tersebut, Rheza menyampaikan bahwa inisiatif pengembangan aplikasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan data UMKM dan Koperasi.
“Dengan data yang lebih terintegrasi dan transparan, diharapkan dapat memudahkan pemerintah dalam memberikan dukungan dan bantuan yang lebih tepat sasaran,” ujar Rheza.
Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar juga mengharapkan aplikasi ini dapat menjadi alat yang berguna bagi pelaku usaha dalam mengakses berbagai informasi dan fasilitas yang tersedia.
Rheza menambahkan, bahwa aplikasi ini diharapkan dapat menjadi platform yang mendukung para pelaku UMKM dan Koperasi dalam mengembangkan usaha mereka, serta memfasilitasi mereka untuk terhubung dengan berbagai lembaga keuangan dan program pemerintah.
Pengembangan SIDATU MICIKO merupakan bagian dari upaya pemerintah kota untuk memperkuat sektor UMKM dan Koperasi, yang dianggap sebagai tulang punggung perekonomian lokal. Dengan adanya data yang terintegrasi, diharapkan dapat meningkatkan peran UMKM dan Koperasi dalam pertumbuhan ekonomi kota.
Rapat kerja ini juga menjadi forum untuk evaluasi dan pengawasan terhadap program-program yang telah dilaksanakan, serta perencanaan untuk kegiatan-kegiatan ke depan.
Pemerintah Kota Makassar berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan UMKM dan Koperasi melalui berbagai inisiatif dan inovasi yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
