Terkini.id, Makassar – Di tengah pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19, sejumlah langkah telah ditempuh oleh pemerintah, antara lain melalui berbagai pelonggaran kebijakan dan stimulus ekonomi.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia
Provinsi Sulawesi Selatan Budi Hanoto mengatakan upaya tersebut akan semakin optimal bila disertai peningkatan investasi, terutama di daerah.
Hal ini yang mendasari diterbitkannya Peraturan Gubernur No. 35 Tahun 2020 tentang Forum Percepatan Investasi, Perdagangan, dan Pariwisata Sulawesi Selatan (selanjutnya disebut PINISI SULTAN).
Menurutnya, Provinsi Sulawesi Selatan sebagai pintu gerbang ekonomi Kawasan Timur Indonesia (KTI) memiliki potensi ekonomi yang besar, antara lain dari sisi komoditas potensial ekspor, pariwisata berkelas dunia, maupun potensi pengembangan kawasan-kawasan industri daerah.
“Keberadaan forum Pinisi Sultan diharapkan menjadi platform bagi penciptaan sinergitas stakeholder terkait baik di tingkat Provinsi maupun seluruh kabupaten atau kota di Sulawesi Selatan,” kata Budi, Senin, 8 Maret 2021.
Budi Hanoto mengatakan forum Pinisi Sultan menjadi momentum penguatan sinergi dan penajaman program kerja.
- BI Luncurkan Laporan Perekonomian Indonesia 2025, Bisa Diunduh di Tautan Ini
- Bulan Ekonomi dan Keuangan Syariah 2025, Sekprov Sulsel Dorong Skema Kredit Pesantren Tanpa Bunga
- Sepanjang 2025, Bank di Sulsel Sudah Temukan 2.424 Lembar Uang Diduga Palsu
- BI Riset Rantai Nilai Produk Perikanan Budidaya di Sulawesi Selatan, Ini Hasilnya
- BI Tegaskan Lagi, Uang Palsu yang Ditemukan di Gowa Kualitasnya Sangat Rendah dan Mudah Dikenali
Sementara, Staf Ahli BKPM Indra Darmawan menyampaikan bahwa meskipun terdapat tren penurunan realisasi penanaman modal asing (PMA) selama lima tahun terakhir, namun penanaman modal dalam negeri (PMDN) cenderung meningkat.
“BKPM memiliki strategi investasi antara lain penjajakan potensi investasi baru dan menjaga investasi eksisting, fasilitasi penyelesaian masalah (debottlenecking), layanan pendampingan keberlanjutan investasi, serta peningkatan kualitas pemantauan investasi (bersama DPMPTSP di daerah),” ungkapnya.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo menyampaikan kerja sama penguatan pertumbuhan ekonomi menjadi komitmen bersama bagi mayoritas negara di dunia, khususnya melalui dorongan dan pengurangan hambatan iklim perdagangan dan investasi.
“Melalui tiga jurus, antara lain, penyusunan modul promosi investasi dan perdagangan yang lebih targeted dan investor frendly, kepastian kelancaran dan kemudahan penggunaan fasilitas sistem pembayaran melalui program pemerintah termasuk local currency settlement untuk perdagangan internasional serta penggunaan moda transaksi digital berbasis QR Indonesia Standard (QRIS), dan koordinasi, monitoring, dan tindak lanjut pascakegiatan promosi investasi yang dilakukan,” tuturnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
