Pacu Transaksi Uang Elektronik, BI Masuk Kampus Sosialisasikan QRIS

Terkini.id, Makassar – Dalam rangka mengampanyekan pembayaran melalui QRIS, Kepala Grup Sistem Pembayaran Pengeloaan Uang Rupiah dan Layanan Administrasi Bank Indonesia (BI), Iwan Setiawan, mengungkapkan pihaknya bakal masuk kampus dan sekolah.

“BI punya program Goes to Campus yang akan dilaksanakan di STIEM Bongaya, STIA LAN, dan Universitas Hasanuddin untuk sosialisasikan QRIS,” kata dia

Selain sosialisasi, Iwan mengatakan BI juga bakal menggelar KTI Digital Festival 2020 pada tanggal 11-12 Januari 2020.

Sebelumnya, Bank Indonesia telah meluncurkan QRIS sebagai standar pembayaran melalui aplikasi uang elektronik berbasis server, dompet elektronik atau mobile banking pada tanggal 17 Agustus 2019 lalu. Namun, Implementasi QRIS secara nasional akan efektif berlaku mulai 1 Januari 2020 mendatang.

QRIS merupakan terobosan strategis Bank Indonesia (BI) dalam mendorong moda uang elektronik yang universal.

Menarik untuk Anda:

QRIS diyakini mampu mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, dan memajukan UMKM, yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Akan bekerja sama dengan retail bisnis, perbankan, Indomaret, Alfamart, maupun UMKM agar menjadi contoh dalam menerapkan QRIS ini,” kata Iwan di Warkop AzZahra, Jalan Bandang, Makassar, Senin, 11 November 2019.

Seluruh lapisan masyarakat dapat menggunakan QRIS lantaran bersifat inklusif, baik untuk transaksi pembayaran di dalam maupun luar negeri. Dengan QRIS, masyarakat dapat bertransaksi dengan mudah dan aman. Transaksi melalui QRIS juga berlangsung nyaris seketika, sehingga mendukung kelancaran sistem pembayaran.

Iwan Setiawan memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Sulsel melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya tumbuh 5 persen. Sementara, kata dia, Sulsel mampu mencapai hingga 7 persen.

“Sulsel harus menjadi pusat untuk penerapan QRIS dengan berinisiatif melaksanakan event besar untuk mengampanyekan QRIS,” paparnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Anies Kesal Anak Buahnya Terbitkan KTP untuk Djoko Tjandra: Dia Sudah Nonaktif

Kematian Editor Metro TV Masih Misteri, Polisi Sudah Periksa 12 Orang

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar