Dorong Implementasi QRIS Secara Inklusif, BI Sulsel Gelar KTI Digifest 2020

Dorong Implementasi QRIS Secara Inklusif, BI Sulsel Gelar KTI Digifest 2020

Terkini.id, Makassar Mengawali tahun 2020, Bank Indonesia Sulawesi Selatan bakal menghelat Kawasan Timur Indonesia (KTI) Digital Festival (Digifest) 2020. Hal itu untuk mendorong implementasi QRIS secara inklusif dan menyeluruh yang telah berlaku efektif sejak 1 Januari 2020.

Sebelumnya, Bank Indonesia juga telah meluncurkan QRIS (QR Code Indonesian Standard) bersamaan dengan momentum HUT RI ke-74. QRIS merupakan standar Quick Response (QR) Code untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik,

“Pengguaan QRIS bakal memberikan banyak keuntungan dan juga kemudahan bagi konsumen. Selain itu, transaksi dengan QR Code yang terintegrasi dan terstandardisasi QRIS juga lebih menguntungkan,” kata Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sulawesi Selatan, Bambang Kusmiarso di Benz Cafe, Jalan Kajaolalido, Makassar, Kamis, 9 Januari 2020.

Digifest 2020, kata dia, akan berlangsung pada 11 hingga 12 Januari 2020 di Celebes Convention Center Jalan Metro Tanjung Bunga Makassar.

“Saat ini, penggunaan teknologi digital telah mempengaruhi cara hidup, seperti membuat keputusan dan berinteraksi dengan orang lain,” bebernya.

Menarik untuk Anda:

Di sisi lain, menurut dia, justru mendorong munculnya model bisnis baru yang jauh lebih efisien, inovatif, dan memberikan kenyamanan yang lebih besar.

“Peluncuran QRIS merupakan salah satu implementasi Visi Sistem Pembayaran Indonesia (SPI) 2025, yang telah dicanangkan pada Mei 2019,” kata dia.

Bambang menegaskan bahwa standar nasional QR Code diperlukan untuk mengantisipasi inovasi teknologi dan perkembangan kenal pembayaran menggunakaan DR Code yang berpotensi menimbulkan fragmentasi baru di industri sistem pembayaran.

“Juga untuk memperluas akseptasi pembayaran nontunai nasional secara lebih efisien. Dengan satu QR Code, penyediaan barang dan jasa (merchant) tidak perlu memiliki berbagai jenis QR Code dari berbagai penerbit,” ungkapnya.

Kepala Grup Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah dan Layanan Administrasi, Iwan Setiawan menyebut latar belakang pelaksanaan KTI Digifest 2020 di Kota Makassar lantaran Sulawesi Selatan merupakan daerah yang istimewa dan unik.

“Sulawesi Selatan menjadi pusat ekonomi, pariwisata, kuliner, pendidikan serta jasa kesehatan untuk Kawasan Timur Indonesia,” kata dia.

Melalui inisiatif Digifest 2020, Iwan berharap penggunaan QRIS sebagai salah satu kanal transaksi pembayaran digital dapat segera dikenal dan diimplementasikan oleh masyarakat luas.

Dia menerangkan bahwa KTI Digifest 2020 merupakan hasil inisiatif Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah, Perbankan, PJSP Non-Bank dan Pelaku Industri untuk membangun masyarakat yang ‘digitally inclusive’ melalui implementasi QRIS dalam pengembangan ekonomi digital.

“KTI Digifest 2020 akan menghadirkan berbagai kegiatan, di mana transaksi pembayaran yang dilaksanakan akan menggunakan QRIS,” paparnya.

Adapun Rangkaian Kegiatan KTI Digifest 2020  antara lain:

1. Bazaar dan expo dari berbagai lini industri yang melibatkan Perbankan, PJSP Non-Bank, bisnis ritel, perwakilan UMKM binaan BI se-KTI, komunitas hobi, pelajar dan mahasiswa.
2. Festival kopi, berbagai atraksi dan kegiatan dalam festival kopi antara lain:
a. 1000 cangkir gratis kopi untuk seluruh masyarakat pecinta kopi.
Talkshow kopi dengan tema “Cita Kopi Rasa Nusantara” yang akan menginformasikan seputar kopi, khususnya perkembangan kopi di Indonesia, pengujian kopi, bisnis kopi, kopi-kopi asli Indonesia dan lainnya.
b. Lomba Latte Art & Manual Brew.
c. Berbagai kegiatan dan hiburan menarik lainnya yang akan mendatangkan artis ternama seperti GIGI Band, PUSAKATA, Kapal Udara, Joel Matulessy dan Rizky De Keizer & The Strangers.

Kegiatan KTI Digifest 2020 diharapkan tidak hanya mendorong implementasi QRIS, namun juga pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan menghubungkan banyak pihak melalui interkoneksi antar pelaku ekonomi serta interkoneksi antar instrumen keuangan (tabungan, uang elektronik, kartu debet, dan kartu kredit).

Hal tersebut juga akan mendorong inklusi keuangan, seperti mendukung stabilitas makro dan sistem keuangan, efisiensi ekonomi, memperkuat pertumbuhan ekonomi, membatasi praktik shadow-banking, dan mendukung peningkatan indeks pembangunan manusia.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Wanita di Makassar Lempar dan Ancam Robek Alquran, Mengaku Yahudi

Pindahkan Rumah Seorang Diri Dalam Semalam, Pria di Ngawi Pakai Imajinasi Pikiran

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar