Terkini.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para menterinya untuk melakukan kalkulasi cepat terkait kebutuhan pangan di setiap provinsi di tengah pandemi Covid-19 saat ini.
Hal itu dilakukan Jokowi menindaklanjuti prediksi dari Food and Agriculture Organization (FAO) tentang potensi adanya krisis pangan imbas dari wabah Corona.
“Agar dihitung mana provinsi yang surplus, mana provinsi yang defisit, berapa produksinya, semuanya harus kita hitung,” kata Jokowi, seperti dikutip dari Detik, Rabu, 29 April 2020.
Menurut laporan yang diterima pemerintah, kata Jokowi, stok beras mengalami defisit di 7 provinsi. Sementara komoditi jagung juga defisit di 11 provinsi.
Selain itu, stok cabai besar juga mengalami defisit di 23 provinsi dan cabai rawit defisit di 19 provinsi.
- Proyek Strategis Nasional Bendungan Lausimeme yang Diresmikan Jokowi Digarap Perusahaan Konstruksi KALLA
- PLN Pastikan Pasokan Listrik Tanpa Kedip saat Jokowi Resmikan RS Vertikal Makassar
- Andil Andi Sudirman Sulaiman di Balik Rumah Sakit OJK yang Akan Diresmikan Jokowi di Makassar
- Dua Putra Asal Kabupaten Pangkep Dilantik Jokowi Jadi Perwira TNI AD
- Presiden Jokowi Pantau Pemberian Bantuan 300 Unit Pompa untuk Petani di Bone
“Stok bawang merah diperkirakan juga defisit di satu provinsi dan stok telur ayam defisit di 22 provinsi,” tambah Jokowi.
Tak hanya itu, stok gula pasir juga diperkirakan mengalami defisit di 30 provinsi. Kemudian bawang putih defisit di 31 provinsi.
“Hanya stok untuk minyak goreng yang diperkirakan cukup untuk 34 provinsi,” ungkap Jokowi.
Maka dari itu, Presiden meminta agar dilakukan pendistribusian bahan pangan yang baik dari provinsi yang surplus ke daerah yang defisit.
“Oleh sebab itu transportasi distribusi pangan antar provinsi, antar wilayah, antar pulau tidak boleh terganggu,” ujar Jokowi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
